24 C
Makassar
3 February 2026, 6:45 AM WITA

Modifikasi Cuaca Percepat Evakuasi ATR Bulusaraung, Helikopter Kembali Diandalkan Tim SAR

SulawesiPos.com – Operasi pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 PK-THT milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), mendapat dukungan krusial melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).

Langkah ini diklaim mampu menekan potensi cuaca ekstrem hingga 30 persen.

Perbaikan kondisi atmosfer tersebut membuka peluang lebih besar bagi penggunaan helikopter dalam proses evakuasi, yang sebelumnya kerap terhambat hujan lebat dan kabut tebal di kawasan pegunungan.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI (Purn) Mohammad Syafii, menegaskan bahwa OMC memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran operasi SAR, terutama untuk mendukung pergerakan udara di medan terjal Bulusaraung.

Alhamdulillah, operasi modifikasi cuaca sangat berpengaruh. Ini membantu kita mengurangi sekitar 30 persen dari prediksi kondisi cuaca sehingga helikopter bisa kita terbangkan untuk evakuasi,” jelasnya di Kantor Basarnas Kelas A, Makassar pada Kamis (22/1/2026).

Dengan cuaca yang mulai membaik, helikopter Basarnas kini dapat menjangkau titik-titik pencarian yang sulit diakses.

Syafii berharap kondisi ini juga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh tim SAR darat yang bekerja dari jalur ekstrem.

Baca Juga: 
Evakuasi Korban ATR 42-500 di Bulusaraung Tertunda karena Medan Ekstrem dan Kabut Tebal

“Mudah-mudahan SAR darat juga bisa melaksanakan operasi dengan maksimal,” kata dia.

Evakuasi Jenazah Bergantung Kondisi Cuaca

Dalam perkembangan pencarian terbaru, Tim SAR gabungan kembali menemukan enam jenazah korban berupa potongan tubuh pada Kamis (22/1).

SulawesiPos.com – Operasi pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 PK-THT milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), mendapat dukungan krusial melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).

Langkah ini diklaim mampu menekan potensi cuaca ekstrem hingga 30 persen.

Perbaikan kondisi atmosfer tersebut membuka peluang lebih besar bagi penggunaan helikopter dalam proses evakuasi, yang sebelumnya kerap terhambat hujan lebat dan kabut tebal di kawasan pegunungan.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI (Purn) Mohammad Syafii, menegaskan bahwa OMC memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran operasi SAR, terutama untuk mendukung pergerakan udara di medan terjal Bulusaraung.

Alhamdulillah, operasi modifikasi cuaca sangat berpengaruh. Ini membantu kita mengurangi sekitar 30 persen dari prediksi kondisi cuaca sehingga helikopter bisa kita terbangkan untuk evakuasi,” jelasnya di Kantor Basarnas Kelas A, Makassar pada Kamis (22/1/2026).

Dengan cuaca yang mulai membaik, helikopter Basarnas kini dapat menjangkau titik-titik pencarian yang sulit diakses.

Syafii berharap kondisi ini juga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh tim SAR darat yang bekerja dari jalur ekstrem.

Baca Juga: 
Pesawat Jatuh di Gunung Bulusaraung, Menko AHY Minta Investigasi Mendalam

“Mudah-mudahan SAR darat juga bisa melaksanakan operasi dengan maksimal,” kata dia.

Evakuasi Jenazah Bergantung Kondisi Cuaca

Dalam perkembangan pencarian terbaru, Tim SAR gabungan kembali menemukan enam jenazah korban berupa potongan tubuh pada Kamis (22/1).

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/