Makna simbolik penyempitan jari ini masih bersifat spekulatif, tetapi bisa menunjukkan hubungan erat antara manusia dan hewan, yang terlihat dalam adegan lukisan setengah manusia dan setengah hewan.
Sulawesi Sebagai Jalur Migrasi dan Pusat Seni
Penemuan ini menegaskan bahwa Wallacea bukan hanya jalur menuju Australia, tetapi juga ruang hidup manusia modern awal.
Adhi Agus Oktaviana mengatakan, “Sangat mungkin pembuat lukisan ini merupakan bagian dari populasi yang kemudian menyebar lebih jauh ke timur dan akhirnya mencapai Australia.”
Temuan ini memperkuat model kronologi panjang, yang menyatakan manusia modern mencapai daratan Sahul setidaknya 65.000 tahun lalu.
Renaud Joannes-Boyau menambahkan bahwa penanggalan seni cadas ini memberikan bukti paling awal keberadaan manusia modern di jalur migrasi utara menuju Sahul, termasuk penjelajahan laut antara Kalimantan dan Papua.
Maxime Aubert menyebut temuan ini menunjukkan Sulawesi sebagai pusat budaya artistik tertua dan paling berkelanjutan di dunia, yang berakar dari fase awal hunian manusia di kawasan ini.

