24 C
Makassar
3 February 2026, 6:34 AM WITA

Maros-Pangkep Tersisih, Lukisan Gua di Pulau Muna Kini Jadi yang Tertua di Dunia

Overview

  • Lukisan gua di Liang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, kini tercatat sebagai lukisan gua tertua di dunia, menyingkirkan Maros-Pangkep.
  • Penelitian yang dipublikasikan di Nature menunjukkan cap tangan manusia purba berusia minimal 67.800 tahun menggunakan metode penanggalan LA-U-series.
  • Temuan ini menegaskan Sulawesi sebagai pusat peradaban artistik manusia purba sekaligus jalur migrasi awal menuju Sahul (Australia-Papua).

SulawesiPos.com – Kawasan Maros-Pangkep, yang sebelumnya dikenal sebagai rumah lukisan gua tertua, kini tergeser setelah temuan terbaru di Liang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara.

Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal Nature pada Rabu (21/1/2026), menegaskan Pulau Muna sebagai lokasi lukisan gua tertua dari Homo sapiens.

Para peneliti menggunakan teknik laser-ablation uranium-series (LA-U-series) untuk meneliti lapisan kalsit mikroskopis yang menutupi lukisan gua tersebut.

Analisis menunjukkan umur lukisan mencapai 71.600 ± 3.800 tahun, sehingga cap tangan ini memiliki usia minimum sekitar 67.800 tahun.

Temuan ini bahkan mengalahkan lukisan gua di Spanyol dan menyingkirkan Maros-Pangkep yang sebelumnya diperkirakan berusia 51 ribu tahun.

Baca Juga: 
Bantuan Pemprov Sulsel untuk Perbaikan Jalan Rp20 Miliar di Pinrang Sudah Rampung

Overview

  • Lukisan gua di Liang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, kini tercatat sebagai lukisan gua tertua di dunia, menyingkirkan Maros-Pangkep.
  • Penelitian yang dipublikasikan di Nature menunjukkan cap tangan manusia purba berusia minimal 67.800 tahun menggunakan metode penanggalan LA-U-series.
  • Temuan ini menegaskan Sulawesi sebagai pusat peradaban artistik manusia purba sekaligus jalur migrasi awal menuju Sahul (Australia-Papua).

SulawesiPos.com – Kawasan Maros-Pangkep, yang sebelumnya dikenal sebagai rumah lukisan gua tertua, kini tergeser setelah temuan terbaru di Liang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara.

Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal Nature pada Rabu (21/1/2026), menegaskan Pulau Muna sebagai lokasi lukisan gua tertua dari Homo sapiens.

Para peneliti menggunakan teknik laser-ablation uranium-series (LA-U-series) untuk meneliti lapisan kalsit mikroskopis yang menutupi lukisan gua tersebut.

Analisis menunjukkan umur lukisan mencapai 71.600 ± 3.800 tahun, sehingga cap tangan ini memiliki usia minimum sekitar 67.800 tahun.

Temuan ini bahkan mengalahkan lukisan gua di Spanyol dan menyingkirkan Maros-Pangkep yang sebelumnya diperkirakan berusia 51 ribu tahun.

Baca Juga: 
Hari Ini, Co-Pilot Pesawat ATR 42-500 Muhammad Farhan Gunawan Dimakamkan di Gowa

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/