Agam menekankan bahwa operasi SAR di kawasan Gunung Bulusaraung tidak mudah. Cuaca ekstrem, angin kencang, dan kabut tebal menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR.
“Saat menolong, tim rescue harus aman terlebih dahulu. Itu yang bikin pencarian terhambat,” tambahnya.
Selain fokus pada pencarian korban, Agam berharap doa dari masyarakat dapat memperlancar proses evakuasi.
“Kami minta doanya seluruh warga Indonesia untuk mempercepat evakuasi dan semoga korban bisa segera diturunkan dari atas gunung,” pungkasnya.
Operasi SAR ini melibatkan lebih dari seribu personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan komunitas kemanusiaan, dengan dukungan peralatan darat dan udara, untuk memastikan setiap korban dapat ditemukan dan ditangani dengan standar keselamatan tinggi.

