Sebelumnya, tim SAR gabungan lebih dulu mengevakuasi korban kedua, seorang pramugari, yang ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter pada Senin (19/1/2026).
Jenazah korban kedua telah lebih dahulu tiba di RS Bhayangkara Makassar pada Selasa (20/1/2026) malam.
Perbedaan waktu evakuasi kedua korban tersebut disebabkan oleh kondisi medan yang berbeda.
Kontur perbukitan di lokasi penemuan korban pertama dinilai lebih ekstrem sehingga membutuhkan waktu dan perencanaan lebih matang.

