Jika tidak ada halangan, rencananya jenazah akan diturunkan melalui jalur darat dan diturunkan Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana.
“Masih proses evakuasi, kami belum terhubung dengan yang mengevakuasi. Tapi rencana awalnya memang akan dievakuasi melalui jalur Camba,” katanya.
Sebagai informasi, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.
Pesawat buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 tersebut kemudian ditemukan jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung.
Hingga saat ini, dua korban jiwa telah ditemukan, masing-masing berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.
Proses pencarian dan evakuasi korban lainnya masih terus dilanjutkan oleh tim SAR gabungan.

