Proses tersebut dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat medan yang terjal, cuaca yang tidak menentu, serta keterbatasan akses di kawasan pegunungan.
Setelah tiba di Maros, jenazah direncanakan akan dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Andi Sultan menjelaskan bahwa opsi evakuasi udara dari Maros ke Makassar masih bersifat tentatif dan sangat bergantung pada kondisi cuaca.
“Rencananya kalau cuaca baik (jenazah) akan dievakuasi (lewat) udara dari sana. Kalau tidak maka akan dibawa ke jalan poros dekat hutan pendidikan Unhas lalu dibawa pakai ambulans ke Makassar,” jelasnya.
Hingga kini, tim SAR gabungan masih terus bekerja mengevakuasi korban lainnya yang diduga berada di lokasi berbeda di sekitar lereng Gunung Bulusaraung.
Operasi ini melibatkan berbagai unsur dengan tantangan utama berupa cuaca ekstrem dan medan pegunungan yang sulit dijangkau.

