Overview
-
Pemprov Sulsel mematangkan program penguatan kepemimpinan spiritual ASN melalui rapat koordinasi lintas perangkat daerah yang digelar BPSDM.
-
Program ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulsel untuk memperkuat nilai ASN Ber-AKHLAK dan membangun kepemimpinan yang berintegritas serta berorientasi pelayanan publik.
-
Kegiatan penguatan leadership spiritual ASN dijadwalkan berlangsung pada 22–28 Februari 2026 di Asrama Haji Sudiang dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah
SulawesiPos.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai mematangkan langkah penguatan kepemimpinan spiritual bagi aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari transformasi budaya kerja birokrasi.
Upaya ini ditindaklanjuti melalui rapat koordinasi lintas perangkat daerah yang digelar oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulsel.
Rapat tersebut berlangsung di Ruang Command Centre BPSDM Sulsel, Jalan Opu Daeng Siradju, Makassar, Senin (19/1/2026), dan menjadi tindak lanjut atas arahan Gubernur Sulawesi Selatan yang sebelumnya disampaikan dalam kegiatan coffee morning bersama pejabat manajerial pada Senin (5/1/2026).
Dalam arahannya, Gubernur menekankan bahwa penguatan leadership spiritual merupakan bagian penting dari penerapan nilai ASN Ber-AKHLAK.
Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk kepemimpinan ASN yang tidak hanya kuat secara manajerial, tetapi juga berintegritas, beretika, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Si., M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa rapat koordinasi tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis terkait pelaksanaan program.
Mulai dari konsep dan pola kegiatan, skema kepesertaan, penyusunan struktur materi pelatihan, hingga durasi dan penanggung jawab setiap klaster kegiatan.
Selain itu, disepakati pula waktu dan lokasi pelaksanaan, mekanisme penganggaran, serta pembagian peran antarperangkat daerah agar pelaksanaan kegiatan berjalan efektif dan terkoordinasi.
“Penguatan kepemimpinan ini tidak hanya berorientasi pada aspek manajerial, tetapi juga pada pembentukan karakter, integritas, dan spiritualitas ASN,” kata Prof. Jufri.
Rapat juga merumuskan mekanisme evaluasi pembelajaran yang mencakup pre-test, post-test, serta setoran hafalan sebagai bagian dari proses penguatan nilai, peningkatan kedisiplinan, dan internalisasi budaya kerja ASN.

