24 C
Makassar
3 February 2026, 5:06 AM WITA

Hari Keempat Pencarian, Tim SAR Temukan Barang Milik Korban di Sekitar Bagian Kepala Pesawat ATR 42-500

Overview

  • Tim SAR gabungan berhasil menemukan barang milik korban dan bagian pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung pada hari ketiga operasi.

  • Temuan barang dan bagian pesawat menjadi petunjuk penting untuk mempersempit area pencarian dan merencanakan langkah evakuasi berikutnya.

  • Basarnas menegaskan operasi SAR tetap dilanjutkan secara profesional meski menghadapi medan ekstrem, cuaca buruk, dan tantangan lainnya.

SulawesiPos.com – Hari ketiga operasi pencarian dan pertolongan (SAR) pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar membuahkan hasil.

Tim SAR gabungan menemukan sejumlah barang milik korban serta bagian dari pesawat di area pencarian di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengatakan temuan itu berasal dari penyisiran intensif tim darat di jalur ekstrem antara puncak gunung dan Pos 9 jalur pendakian.

“Tim SAR gabungan menemukan berbagai barang yang diduga milik korban, berupa dokumen pribadi, dompet, buku catatan, hingga barang elektronik. Selain itu, juga ditemukan beberapa bagian dari pesawat seperti pelampung dan fire signal, di sekitar bagian kepala pesawat,” ungkap Arif dalam rilisnya, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga: 
Prakiraan Cuaca Sulsel Besok 17 Januari: Berawan dan Hujan Ringan

Arif menambahkan, seluruh barang dan bagian pesawat telah diamankan, didata, dan titik koordinatnya ditandai.

Temuan ini menjadi petunjuk penting untuk mempersempit area pencarian sekaligus merencanakan langkah evakuasi berikutnya.

Ia menambahkan, medan di lokasi sangat curam dan berisiko tinggi.

Pencarian dilakukan dengan teknik khusus, termasuk repling dan pembukaan jalur, sehingga dibutuhkan ketelitian dan koordinasi antarunsur tim SAR.

Sementara itu, Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memberikan apresiasi atas kerja keras tim SAR gabungan yang tetap beroperasi di tengah kondisi alam ekstrem dan keterbatasan sumber daya.

“Penemuan barang-barang milik korban dan bagian dari pesawat menunjukkan bahwa tim SAR gabungan sudah berada sangat dekat dengan titik-titik krusial. Ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan kolaborasi seluruh unsur di lapangan,” ujar Syafii.

Overview

  • Tim SAR gabungan berhasil menemukan barang milik korban dan bagian pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung pada hari ketiga operasi.

  • Temuan barang dan bagian pesawat menjadi petunjuk penting untuk mempersempit area pencarian dan merencanakan langkah evakuasi berikutnya.

  • Basarnas menegaskan operasi SAR tetap dilanjutkan secara profesional meski menghadapi medan ekstrem, cuaca buruk, dan tantangan lainnya.

SulawesiPos.com – Hari ketiga operasi pencarian dan pertolongan (SAR) pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar membuahkan hasil.

Tim SAR gabungan menemukan sejumlah barang milik korban serta bagian dari pesawat di area pencarian di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengatakan temuan itu berasal dari penyisiran intensif tim darat di jalur ekstrem antara puncak gunung dan Pos 9 jalur pendakian.

“Tim SAR gabungan menemukan berbagai barang yang diduga milik korban, berupa dokumen pribadi, dompet, buku catatan, hingga barang elektronik. Selain itu, juga ditemukan beberapa bagian dari pesawat seperti pelampung dan fire signal, di sekitar bagian kepala pesawat,” ungkap Arif dalam rilisnya, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga: 
Manajemen IAT Pastikan Hak Asuransi Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dipenuhi

Arif menambahkan, seluruh barang dan bagian pesawat telah diamankan, didata, dan titik koordinatnya ditandai.

Temuan ini menjadi petunjuk penting untuk mempersempit area pencarian sekaligus merencanakan langkah evakuasi berikutnya.

Ia menambahkan, medan di lokasi sangat curam dan berisiko tinggi.

Pencarian dilakukan dengan teknik khusus, termasuk repling dan pembukaan jalur, sehingga dibutuhkan ketelitian dan koordinasi antarunsur tim SAR.

Sementara itu, Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memberikan apresiasi atas kerja keras tim SAR gabungan yang tetap beroperasi di tengah kondisi alam ekstrem dan keterbatasan sumber daya.

“Penemuan barang-barang milik korban dan bagian dari pesawat menunjukkan bahwa tim SAR gabungan sudah berada sangat dekat dengan titik-titik krusial. Ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan kolaborasi seluruh unsur di lapangan,” ujar Syafii.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/