24 C
Makassar
3 February 2026, 3:22 AM WITA

Di Tengah Kabut dan Hujan Badai, Jenazah Korban ATR 42-500 Masih Tertahan di Lereng Bulusaraung

Overview

  • Evakuasi dua jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung masih terkendala cuaca ekstrem.
  • Kabut tebal, hujan badai, dan medan terjal menyulitkan tim SAR mencapai lokasi korban.
  • Tim SAR gabungan terus mencari jalur evakuasi paling aman untuk menurunkan jenazah.

SulawesiPos.com – Proses evakuasi jenazah korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, masih menghadapi hambatan serius akibat cuaca ekstrem.

Hingga Selasa (20/1/2026), tim SAR gabungan belum berhasil menurunkan jenazah pramugari yang ditemukan di lereng gunung.

Kabut tebal disertai hujan badai membuat upaya evakuasi dari medan terjal tersebut belum dapat dilakukan secara optimal.

“(Posisi korban kedua) Korban masih di lereng,” kata Danrem 142/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan di Posko Operasi SAR gabungan, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Selasa (20/1/2026).

Selain jenazah kedua, proses evakuasi korban pertama yang ditemukan sejak Minggu (18/1/2026) juga belum sepenuhnya rampung.

Baca Juga: 
MA Kabulkan Kasasi Pemprov Sulsel, Aset Lahan 52 Hektare di Manggala Berhasil Diselamatkan

Overview

  • Evakuasi dua jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung masih terkendala cuaca ekstrem.
  • Kabut tebal, hujan badai, dan medan terjal menyulitkan tim SAR mencapai lokasi korban.
  • Tim SAR gabungan terus mencari jalur evakuasi paling aman untuk menurunkan jenazah.

SulawesiPos.com – Proses evakuasi jenazah korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, masih menghadapi hambatan serius akibat cuaca ekstrem.

Hingga Selasa (20/1/2026), tim SAR gabungan belum berhasil menurunkan jenazah pramugari yang ditemukan di lereng gunung.

Kabut tebal disertai hujan badai membuat upaya evakuasi dari medan terjal tersebut belum dapat dilakukan secara optimal.

“(Posisi korban kedua) Korban masih di lereng,” kata Danrem 142/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan di Posko Operasi SAR gabungan, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Selasa (20/1/2026).

Selain jenazah kedua, proses evakuasi korban pertama yang ditemukan sejak Minggu (18/1/2026) juga belum sepenuhnya rampung.

Baca Juga: 
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Sulsel 13–15 Januari, Waspada Hujan Lebat Hingga Potensi Banjir

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/