27.4 C
Makassar
19 January 2026, 13:23 PM WITA

Tim SAR Evakuasi Udara Korban ATR di Puncak Bulusaraung Pagi Ini Usai Tertunda Akibat Medan Berat

Overview

  • Evakuasi udara korban ATR 42-500 di Puncak Bulusaraung kembali dilanjutkan pagi ini setelah sebelumnya tertunda.
  • Helikopter Caracal TNI AU disiagakan dengan opsi pendaratan langsung atau teknik hoist, bergantung kondisi cuaca.
  • Basarnas menyiapkan evakuasi darat sebagai rencana cadangan jika cuaca kembali memburuk.

SulawesiPos.com – Tim SAR gabungan pagi ini kembali melanjutkan rencana evakuasi udara korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, setelah upaya sebelumnya tertunda akibat cuaca buruk dan medan yang ekstrem.

Helikopter Caracal milik TNI AU telah disiagakan untuk mendukung proses evakuasi dengan skema pendaratan langsung di puncak gunung maupun menggunakan teknik hoist atau pengangkatan dengan tali.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan bahwa evakuasi melalui jalur udara menjadi opsi utama dalam operasi hari ini.

“Pagi ini, kami akan berusaha maksimal untuk evakuasi via udara. Helikopter akan mencoba mendarat di puncak atau menggunakan teknik hoist (pengangkatan dengan tali) untuk menurunkan dan mengangkat tim serta korban. Ini adalah opsi tercepat meski sangat bergantung pada cuaca,” jelas Syafii.

Baca Juga: 
Karantina Sulsel Gagalkan Dua Burung Nuri Asal Papua Masuk Makassar Tanpa Dokumen

Sementara itu, tim SAR yang telah bermalam di tenda darurat di sekitar lokasi reruntuhan pesawat terus memantau kondisi cuaca yang dilaporkan masih berubah-ubah dan kerap diselimuti kabut.

Sar Mission Coordinator (SMC) Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar menyampaikan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan antara tim lapangan, pos komando, dan pilot helikopter.

“Kami terus berkoordinasi dengan pos komando dan pilot. Begitu ada celah cuaca, helikopter akan segera diberangkatkan dari pangkalan. Semua prosedur dan peralatan untuk evakuasi udara sudah dipersiapkan semalam.”

Sebagai langkah antisipasi, Basarnas juga menyiapkan opsi evakuasi darat apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan evakuasi melalui udara.

Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, dan relawan telah disiagakan di jalur pendakian dengan perlengkapan tandu khusus untuk membawa korban.

Selain mengevakuasi korban, tim gabungan juga akan mengamankan bagian-bagian penting pesawat untuk kebutuhan investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Operasi evakuasi ini menjadi tahapan krusial dalam penanganan kecelakaan pesawat di Bulusaraung dengan keselamatan seluruh personel tetap menjadi prioritas utama.

Baca Juga: 
Pemkab Bone Gelar Fun Run 2026 Februari Mendatang, Siap Meriahkan Hari Jadi Daerah

Overview

  • Evakuasi udara korban ATR 42-500 di Puncak Bulusaraung kembali dilanjutkan pagi ini setelah sebelumnya tertunda.
  • Helikopter Caracal TNI AU disiagakan dengan opsi pendaratan langsung atau teknik hoist, bergantung kondisi cuaca.
  • Basarnas menyiapkan evakuasi darat sebagai rencana cadangan jika cuaca kembali memburuk.

SulawesiPos.com – Tim SAR gabungan pagi ini kembali melanjutkan rencana evakuasi udara korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, setelah upaya sebelumnya tertunda akibat cuaca buruk dan medan yang ekstrem.

Helikopter Caracal milik TNI AU telah disiagakan untuk mendukung proses evakuasi dengan skema pendaratan langsung di puncak gunung maupun menggunakan teknik hoist atau pengangkatan dengan tali.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan bahwa evakuasi melalui jalur udara menjadi opsi utama dalam operasi hari ini.

“Pagi ini, kami akan berusaha maksimal untuk evakuasi via udara. Helikopter akan mencoba mendarat di puncak atau menggunakan teknik hoist (pengangkatan dengan tali) untuk menurunkan dan mengangkat tim serta korban. Ini adalah opsi tercepat meski sangat bergantung pada cuaca,” jelas Syafii.

Baca Juga: 
Resmi Dilantik Bupati Bone, Andi Tenriawaru Jabat Pj Sekda

Sementara itu, tim SAR yang telah bermalam di tenda darurat di sekitar lokasi reruntuhan pesawat terus memantau kondisi cuaca yang dilaporkan masih berubah-ubah dan kerap diselimuti kabut.

Sar Mission Coordinator (SMC) Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar menyampaikan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan antara tim lapangan, pos komando, dan pilot helikopter.

“Kami terus berkoordinasi dengan pos komando dan pilot. Begitu ada celah cuaca, helikopter akan segera diberangkatkan dari pangkalan. Semua prosedur dan peralatan untuk evakuasi udara sudah dipersiapkan semalam.”

Sebagai langkah antisipasi, Basarnas juga menyiapkan opsi evakuasi darat apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan evakuasi melalui udara.

Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, dan relawan telah disiagakan di jalur pendakian dengan perlengkapan tandu khusus untuk membawa korban.

Selain mengevakuasi korban, tim gabungan juga akan mengamankan bagian-bagian penting pesawat untuk kebutuhan investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Operasi evakuasi ini menjadi tahapan krusial dalam penanganan kecelakaan pesawat di Bulusaraung dengan keselamatan seluruh personel tetap menjadi prioritas utama.

Baca Juga: 
Basarnas Terjunkan Tiga Tim Pencarian Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Bantimurung Maros

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/