26.5 C
Makassar
19 January 2026, 23:16 PM WITA

Ketua NU Bone Maju Calon Rektor IAIN, Usung Visi “Pangadereng”

Overview

  • Dr. Rahmatunnair, Ketua NU Bone, mencalonkan diri sebagai Rektor IAIN Bone dengan visi “Pangadereng” yang menekankan keunggulan akademik dan humanisme.

  • Visi Pangadereng Rahmatunnair memadukan profesionalisme, nilai keislaman, dan kearifan lokal Bugis untuk memperkuat daya saing institusi dan budaya kampus.

  • Dukungan terhadap Rahmatunnair datang dari berbagai kalangan akademisi di lingkungan civitas akademika IAIN Bone.

SulawesiPos.com – Kontestasi pemilihan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone mulai memanas, salah satunya dengan munculnya sosok Dr. Rahmatunnair, S.Ag., M.Ag., yang langsung mencuri perhatian civitas akademika.

Rahmatunnair, yang akrab disapa Kak Nair, dikenal luas sebagai Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bone dan figur yang ramah serta dekat dengan berbagai organisasi kemasyarakatan di Bone.

Kak Nair merumuskan visi kepemimpinan, yakni Menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Berbasis Pangadereng yang Unggul dan Humanis.

Visi ini diarahkan untuk memperkuat daya saing institusi sekaligus menjaga identitas budaya dan nilai keislaman.

Ia mengatakan, keputusannya maju bulan karena ambisi pribadi, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral atas aspirasi yang berkembang di lingkungan civitas akademika.

Baca Juga: 
Mutasi Besar di Bone, Evaluasi Kinerja Pejabat Libatkan Tim Independen

“Saya ingin kampus ini (IAIN Bone) menjadi perguruan tinggi terkemuka di Sulsel. Perguruan ini jangan hanya terkenal di lingkup BOSOWASI (Bone, Soppeng, Wajo Sinjai) saja, tetapi harus terkenal sebagai kampus yang merepresentasikan Sulawesi Selatan. Bahkan kalau perlu kampus ini terkenal hingga di luar Sulsel,” katanya kepada SulawesiPos.com, Senin (19/1/2026).

Visi Pangadereng menurut Rahmatunnair memadukan profesionalisme, nilai keislaman, dan kearifan lokal Bugis.

Menurutnya, kampus IAIN Bone ke depan tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus membangun budaya kampus yang humanis, beretika, dan berkeadaban.

“Konsep Pangadereng, yang merepresentasikan nilai keadilan, etika, dan kemanusiaan dalam budaya lokal, diangkat sebagai fondasi utama dalam tata kelola kampus. Nilai ini diharapkan mampu mewarnai sistem manajemen, proses pembelajaran, hingga pengembangan sumber daya manusia di lingkup IAIN Bone,” jelasnya.

Dukungan untuk Rahmatunnair datang dari berbagai kalangan akademisi IAIN Bone. (kar/ayi)

Overview

  • Dr. Rahmatunnair, Ketua NU Bone, mencalonkan diri sebagai Rektor IAIN Bone dengan visi “Pangadereng” yang menekankan keunggulan akademik dan humanisme.

  • Visi Pangadereng Rahmatunnair memadukan profesionalisme, nilai keislaman, dan kearifan lokal Bugis untuk memperkuat daya saing institusi dan budaya kampus.

  • Dukungan terhadap Rahmatunnair datang dari berbagai kalangan akademisi di lingkungan civitas akademika IAIN Bone.

SulawesiPos.com – Kontestasi pemilihan Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone mulai memanas, salah satunya dengan munculnya sosok Dr. Rahmatunnair, S.Ag., M.Ag., yang langsung mencuri perhatian civitas akademika.

Rahmatunnair, yang akrab disapa Kak Nair, dikenal luas sebagai Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bone dan figur yang ramah serta dekat dengan berbagai organisasi kemasyarakatan di Bone.

Kak Nair merumuskan visi kepemimpinan, yakni Menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Berbasis Pangadereng yang Unggul dan Humanis.

Visi ini diarahkan untuk memperkuat daya saing institusi sekaligus menjaga identitas budaya dan nilai keislaman.

Ia mengatakan, keputusannya maju bulan karena ambisi pribadi, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral atas aspirasi yang berkembang di lingkungan civitas akademika.

Baca Juga: 
BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Sulsel Besok

“Saya ingin kampus ini (IAIN Bone) menjadi perguruan tinggi terkemuka di Sulsel. Perguruan ini jangan hanya terkenal di lingkup BOSOWASI (Bone, Soppeng, Wajo Sinjai) saja, tetapi harus terkenal sebagai kampus yang merepresentasikan Sulawesi Selatan. Bahkan kalau perlu kampus ini terkenal hingga di luar Sulsel,” katanya kepada SulawesiPos.com, Senin (19/1/2026).

Visi Pangadereng menurut Rahmatunnair memadukan profesionalisme, nilai keislaman, dan kearifan lokal Bugis.

Menurutnya, kampus IAIN Bone ke depan tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus membangun budaya kampus yang humanis, beretika, dan berkeadaban.

“Konsep Pangadereng, yang merepresentasikan nilai keadilan, etika, dan kemanusiaan dalam budaya lokal, diangkat sebagai fondasi utama dalam tata kelola kampus. Nilai ini diharapkan mampu mewarnai sistem manajemen, proses pembelajaran, hingga pengembangan sumber daya manusia di lingkup IAIN Bone,” jelasnya.

Dukungan untuk Rahmatunnair datang dari berbagai kalangan akademisi IAIN Bone. (kar/ayi)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/