“Tolong-tolongkan tim SAR lebih banyak lagi, Pak, sekaligus sama helikopter atau apalah Pak yang bisa nyari dia ke hutan sana, Pak,” pintanya.
Menanggapi hal tersebut, staf AMC Basarnas, Arman Amiruddin, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian, termasuk laporan ke Cyber Crime Polda untuk melacak koordinat terakhir perangkat Farhan.
“Kami meminta supaya bisa dilacak koordinat terakhir. Karena dari laporan yang dia kirim itu, per jam 06.53 WITA, hari Minggu, ada terbaca seribu langkah. Terus sampai ke jam 05.33 wita, ada 13 ribu langkah,” jelas Arman.
Meski terdapat data pergerakan, Basarnas belum dapat memastikan apakah hal itu menunjukkan tanda kehidupan.
Arman menegaskan, seluruh personel yang berada di area pencarian, termasuk tim yang bermalam dan menuruni tebing, tidak mendengar tanda-tanda keberadaan Farhan.
“Memang tidak ada suara atau permintaan bantuan. Kami tidak bisa mengatakan bahwa itu ada tanda kehidupan,” lanjutnya.
Saat ini, Basarnas masih menunggu hasil pelacakan dari tim siber kepolisian untuk menentukan langkah pencarian selanjutnya.
“Hasil pemeriksaan cyber crime, nanti itu kami olah, kami kirim ke tim yang ada di puncak untuk menuju ke titik terakhir,” pungkasnya.

