24.8 C
Makassar
19 January 2026, 1:41 AM WITA

Bocah Terseret Ombak di Pattingalloang Gowa Belum Ditemukan, Tim SAR Terkendala Cuaca Ekstrem

SulawesiPos.com– Hingga Minggu sore, seorang bocah laki-laki berinisial RA (5) yang dilaporkan hilang terseret ombak di kawasan pemecah ombak Pattingalloang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), belum berhasil ditemukan oleh tim pencari.

Korban yang merupakan anak dari pasangan Udin (34) dan Subaidah (33) dilaporkan hilang saat berada di area pesisir sekitar pukul 12.30 Wita.

Setelah menerima laporan kejadian, Tim SAR Gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi korban diduga terseret arus laut.

“Pencarian telah dilakukan sejak jam 1 dan sampai sekarang belum ditemukan. Cuaca ekstrem juga jadi tantangan pencarian korban,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Makassar Fadli Tahir.

Fadli menyebut kondisi cuaca dan gelombang laut yang tidak bersahabat menjadi kendala utama dalam proses pencarian korban.

Adapun unsur yang terlibat dalam operasi tersebut terdiri atas BPBD Kota Makassar, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, serta warga setempat.

Dalam pelaksanaan pencarian, Fadli Tahir turun langsung ke lapangan untuk memimpin operasi serta memastikan koordinasi antarinstansi berjalan sesuai prosedur keselamatan.

Baca Juga: 
Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros, Bawa 10 Orang Termasuk Tiga Pegawai KKP

Diberitakan sebelumnya, peristiwa nahas itu terjadi saat korban bersama keluarganya sedang beraktivitas di sekitar pantai.

Saat kejadian, RA diketahui berada di dekat batu pemecah ombak sebelum tiba-tiba datang gelombang besar yang menyeretnya ke laut.

BPBD Kota Makassar mengerahkan 20 personel lengkap dengan dua unit kapal rescue dan satu perahu karet untuk menyisir perairan sekitar lokasi kejadian.

SulawesiPos.com– Hingga Minggu sore, seorang bocah laki-laki berinisial RA (5) yang dilaporkan hilang terseret ombak di kawasan pemecah ombak Pattingalloang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), belum berhasil ditemukan oleh tim pencari.

Korban yang merupakan anak dari pasangan Udin (34) dan Subaidah (33) dilaporkan hilang saat berada di area pesisir sekitar pukul 12.30 Wita.

Setelah menerima laporan kejadian, Tim SAR Gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi korban diduga terseret arus laut.

“Pencarian telah dilakukan sejak jam 1 dan sampai sekarang belum ditemukan. Cuaca ekstrem juga jadi tantangan pencarian korban,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Makassar Fadli Tahir.

Fadli menyebut kondisi cuaca dan gelombang laut yang tidak bersahabat menjadi kendala utama dalam proses pencarian korban.

Adapun unsur yang terlibat dalam operasi tersebut terdiri atas BPBD Kota Makassar, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, serta warga setempat.

Dalam pelaksanaan pencarian, Fadli Tahir turun langsung ke lapangan untuk memimpin operasi serta memastikan koordinasi antarinstansi berjalan sesuai prosedur keselamatan.

Baca Juga: 
Ratusan Pedagang Kaki Lima Protes di Gowa, Keluhkan Biaya Lapak Ramadhan Fair Rp 7 Juta

Diberitakan sebelumnya, peristiwa nahas itu terjadi saat korban bersama keluarganya sedang beraktivitas di sekitar pantai.

Saat kejadian, RA diketahui berada di dekat batu pemecah ombak sebelum tiba-tiba datang gelombang besar yang menyeretnya ke laut.

BPBD Kota Makassar mengerahkan 20 personel lengkap dengan dua unit kapal rescue dan satu perahu karet untuk menyisir perairan sekitar lokasi kejadian.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/