Overview
Seorang anak laki-laki di Jeneponto meninggal dunia setelah diduga meminum racun rumput yang disangka sebagai minuman ringan.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu (18/1/2026) itu viral di media sosial dan diduga melibatkan cairan herbisida yang disimpan tanpa penanda di dalam rumah.
Racun rumput diketahui sangat berbahaya karena dapat menyebabkan gangguan organ vital hingga kematian, sehingga menjadi peringatan penting soal keamanan bahan kimia di rumah.
SulawesiPos.com – Seorang anak laki-laki di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga meminum cairan beracun yang disangka sebagai minuman ringan.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu (18/1/2026) dan viral di media sosial.
Informasi yang beredar menyebutkan, cairan tersebut diduga merupakan Roundup, racun yang digunakan untuk membasmi gulma dan rumput liar.
Racun itu diduga disimpan di dalam rumah tanpa penanda khusus, sehingga korban tidak mengetahui bahwa cairan tersebut berbahaya.
Korban sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Namun, meski telah dilakukan upaya pertolongan, nyawanya tidak tertolong.
Sebuah video berdurasi sekitar 36 detik yang beredar luas di media sosial memperlihatkan seorang anak mengenakan sarung dalam kondisi lemah dan meronta di pelukan seorang pria yang diduga ayahnya.
Video tersebut direkam di dalam sebuah fasilitas kesehatan dan memicu keprihatinan warganet.
Dalam keterangan unggahan yang beredar, insiden ini disebut terjadi di Desa Borong Tala, Dusun Mattiro Baji Utara, Kabupaten Jeneponto.
Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait setempat mengenai kronologi lengkap kejadian tersebut.
Dari berbagai sumber kesehatan, racun rumput atau herbisida tergolong zat yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia.
Dalam dosis kecil sekalipun, menenggak racun ini dapat berakibat fatal.
Paparan racun rumput dapat menyebabkan dehidrasi berat, gangguan pernapasan akibat paru-paru terisi cairan, syok akibat tekanan darah rendah (hipotensi), hingga gagal jantung.
Pada kondisi tertentu, korban juga dapat mengalami penurunan kesadaran, koma, bahkan kematian.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk menyimpan bahan kimia dan zat berbahaya di tempat yang aman, tertutup, serta diberi label jelas, guna mencegah kejadian serupa terulang, khususnya pada anak-anak.