Situasi ini menimbulkan dugaan bahwa pesawat mungkin jatuh di lokasi yang cukup jauh dari perkiraan awal, mengingat sinyal ELT yang mati menyulitkan tim SAR untuk melacak titik jatuh secara cepat.
Hingga Minggu (18/1/2026) pagi, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian di kawasan Maros–Pangkep, melibatkan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Polairud, PMI, MAPALA, dan ratusan relawan, dengan harapan dapat menemukan badan pesawat dan para penumpang secepatnya.

