24.8 C
Makassar
19 January 2026, 1:29 AM WITA

Dikira Blackbox, Tim SAR Pastikan Benda Oranye di Lokasi Jatuhnya ATR di Pangkep Adalah ELT

Overview:

  • Tim SAR memastikan benda yang diduga blacbox di Gunung Bulusaraung ternyata adalah Emergency Locator Transmitter (ELT).
  • Kekeliruan identifikasi terjadi karena warna dan bentuk ELT yang menyerupai kotak hitam, terutama saat proses pencarian malam hari.
  • Basarnas menjelaskan ELT ditemukan di bagian depan pesawat, berbeda dengan posisi blackbox yang umumnya berada di belakang.

SulawesiPos.com – Tim SAR memastikan benda berwarna oranye yang ditemukan di lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, bukanlah blackbox melainkan Emergency Locator Transmitter (ELT).

Kepastian tersebut disampaikan Danrem 141 Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan setelah dilakukan pengecekan ulang terhadap temuan yang sempat menimbulkan kekeliruan identifikasi.

“Setelah dicek kembali dan diteliti, itu ternyata bukan blackbox walaupun warnanya sama (dengan blackbox),” ujar Danrem 141 Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan kepada wartawan di Posko Tim SAR, Desa Tompobulu, Kecamata Balocci, Pangkep, Minggu (18/1/2026) malam.

Andre mengakui pihaknya sempat menyampaikan informasi awal yang keliru karena kemiripan visual antara ELT dan kotak hitam pesawat.

Baca Juga: 
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Sulsel 13–15 Januari, Waspada Hujan Lebat Hingga Potensi Banjir

“Bahwa itu bukan blackbox, warnanya sama, hanya namanya ELT yaitu alat pendeteksi radar. Karena kondisinya malam tadi,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Ops Basarnas Makassar Andi Sultan menjelaskan bahwa ELT memiliki ukuran yang berbeda dengan blackbox dan terpasang di bagian depan pesawat.

“Ukurannya untuk ELT, tadi kita sudah lihat sekitar 22 x 30 Cm, itu memang terpasang di kepala pesawat. Biasanya kalau blackbox itu di belakang, jadi kami konfirmasi tadi yang menemukan, bahwa dia menemukan di depan,” jelas Andi Sultan.

Penemuan ELT tersebut menjadi bagian dari proses pencarian dan identifikasi puing pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan pegunungan Pangkep.

Overview:

  • Tim SAR memastikan benda yang diduga blacbox di Gunung Bulusaraung ternyata adalah Emergency Locator Transmitter (ELT).
  • Kekeliruan identifikasi terjadi karena warna dan bentuk ELT yang menyerupai kotak hitam, terutama saat proses pencarian malam hari.
  • Basarnas menjelaskan ELT ditemukan di bagian depan pesawat, berbeda dengan posisi blackbox yang umumnya berada di belakang.

SulawesiPos.com – Tim SAR memastikan benda berwarna oranye yang ditemukan di lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, bukanlah blackbox melainkan Emergency Locator Transmitter (ELT).

Kepastian tersebut disampaikan Danrem 141 Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan setelah dilakukan pengecekan ulang terhadap temuan yang sempat menimbulkan kekeliruan identifikasi.

“Setelah dicek kembali dan diteliti, itu ternyata bukan blackbox walaupun warnanya sama (dengan blackbox),” ujar Danrem 141 Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan kepada wartawan di Posko Tim SAR, Desa Tompobulu, Kecamata Balocci, Pangkep, Minggu (18/1/2026) malam.

Andre mengakui pihaknya sempat menyampaikan informasi awal yang keliru karena kemiripan visual antara ELT dan kotak hitam pesawat.

Baca Juga: 
Pesawat Jatuh di Gunung Bulusaraung, Menko AHY Minta Investigasi Mendalam

“Bahwa itu bukan blackbox, warnanya sama, hanya namanya ELT yaitu alat pendeteksi radar. Karena kondisinya malam tadi,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Ops Basarnas Makassar Andi Sultan menjelaskan bahwa ELT memiliki ukuran yang berbeda dengan blackbox dan terpasang di bagian depan pesawat.

“Ukurannya untuk ELT, tadi kita sudah lihat sekitar 22 x 30 Cm, itu memang terpasang di kepala pesawat. Biasanya kalau blackbox itu di belakang, jadi kami konfirmasi tadi yang menemukan, bahwa dia menemukan di depan,” jelas Andi Sultan.

Penemuan ELT tersebut menjadi bagian dari proses pencarian dan identifikasi puing pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan pegunungan Pangkep.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/