Selanjutnya, pukul 08.35 WITA, tim dilaporkan telah berada di titik ekor dan badan pesawat, sekaligus melakukan pengamatan awal kondisi puing.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, S.E., membenarkan penemuan puing pesawat tersebut.
“Pesawat ditemukan di koordinat 119° 44′ 52,1″ E dan 04° 55 ‘ 45.24″ S. Serpihan terpantau dari carakal 13,” katanya saat dikonfirmasi oleh SulawesiPos.com.
Andi Sultan mengaku, medan (jalur) untuk menuju ke lokasi serpihan pesawat sangat curam dan terjal.
“Tim SAR sempat kesulitan menjangkau lokasi serpihan pesawat. Penemuan pesawat dibagian selatan bawah lereng,” pungkasnya.

