Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen Bangun Nawoko, menegaskan fokus utama saat ini adalah evakuasi korban.
“Kondisi medan sangat ekstrem, ditambah cuaca berkabut. Kami tetap berupaya agar korban bisa segera dievakuasi,” ujarnya.
Bangun menambahkan, evakuasi akan dilakukan melalui udara jika cuaca memungkinkan, sementara jalur darat menjadi opsi utama bila kondisi tidak mendukung, dengan membawa korban ke pos gabungan di lereng Bulusaraung.
Kepala Kantor SAR Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa hingga kini tim gabungan telah menemukan serpihan badan, ekor, dan jendela pesawat.
“Kami mengerahkan 1.200 personel gabungan untuk menyisir area. Fokus kami adalah pencarian korban,” jelasnya.
Operasi SAR ini melibatkan Basarnas, TNI, Polri, AirNav Indonesia, Paskhas, serta dukungan masyarakat dan kelompok pencinta alam, di mana sinergi lintas instansi menjadi kunci menghadapi medan sulit di kawasan pegunungan karst Bulusaraung.

