“Begitu memang itu SPBU yang di kampungku, saya saja selaku warga di situ hampir tiap hari mengeluh sama pelayanannya,” komentarnya dalam postingan tersebut.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Amrhy, yang mengaku pernah mengalami hal serupa.
Ia menceritakan harus membeli BBM eceran meski kondisi bahan bakar kendaraannya sudah hampir habis.
“Ternyata begitu, pantas kemarin saya mau isi motor di bilang jelek jaringan,” tulisnya.
Komentar lain datang dari akun Jatia, yang menuding lokasi penampungan BBM berada di rumah salah satu staf Pertamina.
Ia menyebut alasan gangguan jaringan atau stok habis kerap digunakan, padahal BBM diduga sengaja disiapkan untuk dijual kembali pada malam hari kepada pengecer.
“Ini rumah salah satu staf Pertamina (kepala Pertamina) yang dijadikan penampungan. Ada-ada saja alasannya, setiap hari dibilang jelek jaringan atau habis, padahal disiapkan untuk malam diberikan ke tukang eceran,” tulisnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait mengenai kebenaran video tersebut dan dugaan penampungan BBM yang beredar di media sosial.

