27 C
Makassar
18 January 2026, 17:30 PM WITA

Reputasi Keselamatan IAT Dipertaruhkan Usai Pesawat ATR Hilang di Karst Maros

SulawesiPos.com – Hilangnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di wilayah perbukitan karst Maros, Sulsel, Sabtu (17/1/2026), menjadi ujian serius bagi reputasi keselamatan maskapai yang telah beroperasi lebih dari lima dekade di industri dirgantara nasional.

Pesawat yang mengangkut 11 orang, terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang, dilaporkan hilang kontak di koordinat 4 derajat 57 menit 8 detik lintang selatan dan 119 derajat 42 menit 54 detik bujur timur.

Lokasi itu di kawasan Leang-Leang yang dikenal memiliki topografi terjal dengan vegetasi rapat khas bentang alam karst Maros-Pangkep.

Sebagai pemain penerbangan yang beroperasi sejak 1968, IAT selama ini dikenal memiliki standar keselamatan ketat dan rutin menjalani audit kelaikan terbang oleh otoritas pemerintah maupun auditor independen internasional.

Dengan begitu, insiden ini langsung memantik sorotan publik terhadap rekam jejak keamanan armadanya.

Berdasarkan informasi di laman resmi perusahaan, pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT merupakan armada modern yang ditawarkan untuk layanan sewa, dilengkapi peningkatan performa sistem propulsi mesin.

Baca Juga: 
Rakor Awal Tahun, Bupati Bone Minta OPD Susun Program Terukur

Desain baling-baling generasi baru, serta skema perawatan berkala Part by Hour yang dirancang untuk menjamin kelayakan operasional.

IAT sendiri mengantongi sertifikasi Air Operator Certificate (AOC) 121 dan dikenal melayani sektor strategis, termasuk industri migas, dengan basis operasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, serta berada di bawah kepemilikan PT MNC Energy Investments.

Di lapangan, upaya pencarian berpacu dengan waktu seiring beratnya medan yang dihadapi tim penyelamat, mengingat kawasan karst Maros-Pangkep dipenuhi tebing curam, celah bebatuan, dan tutupan hutan yang menyulitkan akses darat.

Basarnas Kerahkan 40 Personel

Basarnas Makassar mengerahkan sedikitnya 40 personel gabungan secara bertahap, dengan tim awal melakukan pemetaan visual menggunakan pesawat tanpa awak untuk menembus keterbatasan pandangan di wilayah perbukitan.

SulawesiPos.com – Hilangnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di wilayah perbukitan karst Maros, Sulsel, Sabtu (17/1/2026), menjadi ujian serius bagi reputasi keselamatan maskapai yang telah beroperasi lebih dari lima dekade di industri dirgantara nasional.

Pesawat yang mengangkut 11 orang, terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang, dilaporkan hilang kontak di koordinat 4 derajat 57 menit 8 detik lintang selatan dan 119 derajat 42 menit 54 detik bujur timur.

Lokasi itu di kawasan Leang-Leang yang dikenal memiliki topografi terjal dengan vegetasi rapat khas bentang alam karst Maros-Pangkep.

Sebagai pemain penerbangan yang beroperasi sejak 1968, IAT selama ini dikenal memiliki standar keselamatan ketat dan rutin menjalani audit kelaikan terbang oleh otoritas pemerintah maupun auditor independen internasional.

Dengan begitu, insiden ini langsung memantik sorotan publik terhadap rekam jejak keamanan armadanya.

Berdasarkan informasi di laman resmi perusahaan, pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT merupakan armada modern yang ditawarkan untuk layanan sewa, dilengkapi peningkatan performa sistem propulsi mesin.

Baca Juga: 
Disnakertrans Sulsel Libatkan Ratusan UMKM pada Bulan K3 2026

Desain baling-baling generasi baru, serta skema perawatan berkala Part by Hour yang dirancang untuk menjamin kelayakan operasional.

IAT sendiri mengantongi sertifikasi Air Operator Certificate (AOC) 121 dan dikenal melayani sektor strategis, termasuk industri migas, dengan basis operasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, serta berada di bawah kepemilikan PT MNC Energy Investments.

Di lapangan, upaya pencarian berpacu dengan waktu seiring beratnya medan yang dihadapi tim penyelamat, mengingat kawasan karst Maros-Pangkep dipenuhi tebing curam, celah bebatuan, dan tutupan hutan yang menyulitkan akses darat.

Basarnas Kerahkan 40 Personel

Basarnas Makassar mengerahkan sedikitnya 40 personel gabungan secara bertahap, dengan tim awal melakukan pemetaan visual menggunakan pesawat tanpa awak untuk menembus keterbatasan pandangan di wilayah perbukitan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/