Overview
Ratusan pedagang kaki lima di Gowa menggelar unjuk rasa memprotes tarif sewa lapak Ramadhan Fair yang mencapai Rp7 juta.
Aksi PKL berlangsung di kantor Bupati dan DPRD Gowa, sempat diwarnai ketegangan sebelum akhirnya ditemui anggota dewan.
DPRD Gowa berjanji menindaklanjuti aspirasi pedagang melalui rapat dengar pendapat dengan pihak terkait.
SulawesiPos.com – Aksi unjuk rasa ratusan pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan publik setelah videonya ramai beredar di media sosial, Kamis (15/1/2026).
Para pedagang menyuarakan keberatan terhadap tarif sewa lapak Ramadhan Fair yang dinilai terlalu tinggi, yakni mencapai Rp 7 juta per lapak, meski kegiatan tersebut digelar di fasilitas umum.
Massa aksi yang tergabung dalam Forum Peduli Pedagang Kaki Lima (FPPKL) Gowa memulai unjuk rasa di depan Kantor Bupati Gowa, lalu melanjutkan aksi ke Kantor DPRD Gowa.
Dalam aksi tersebut, sejumlah pedagang berorasi sambil membakar ban bekas, yang sempat mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Ramadhan Fair sendiri merupakan agenda tahunan yang biasa digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Syech Yusufdan Taman Sultan Hasanuddin.
Namun, kebijakan penarikan biaya lapak oleh pengelola dinilai memberatkan dan memicu keresahan di kalangan pedagang kecil.
Ketegangan sempat terjadi karena massa aksi tidak segera ditemui oleh perwakilan pemerintah daerah maupun anggota DPRD.
Aparat kepolisian yang berjaga kemudian berupaya mengurai massa agar tidak memblokade jalan, namun aksi saling dorong beberapa kali tak terhindarkan.
Karena tidak mendapatkan respons di Kantor Bupati, para pedagang kemudian bergerak sekitar 300 meter menuju Kantor DPRD Gowa.
Di lokasi tersebut, situasi kembali memanas ketika massa kembali belum ditemui oleh anggota dewan, hingga terjadi kericuhan antara pedagang dan aparat gabungan yang melakukan pengamanan.
Aksi unjuk rasa akhirnya mereda setelah dua anggota DPRD Gowa menemui massa dan menyampaikan komitmen untuk menindaklanjuti tuntutan pedagang melalui rapat dengar pendapat (RDP).
Anggota DPRD Gowa, Arsyad, menyatakan pihaknya akan memanggil seluruh pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan pengelola Ramadhan Fair.
“Aspirasi para pedagang kaki lima pasti kami tindak lanjuti dan dalam waktu dekat akan mengundang seluruh pihak yang terkait untuk digelar RDP,” kata Arsyad saat menemui para pedagang.
Setelah mendapatkan janji tersebut, massa membubarkan diri secara tertib.
Namun, para pedagang menegaskan akan kembali menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan mereka tidak segera direalisasikan.