Aparat kepolisian yang berjaga kemudian berupaya mengurai massa agar tidak memblokade jalan, namun aksi saling dorong beberapa kali tak terhindarkan.
Karena tidak mendapatkan respons di Kantor Bupati, para pedagang kemudian bergerak sekitar 300 meter menuju Kantor DPRD Gowa.
Di lokasi tersebut, situasi kembali memanas ketika massa kembali belum ditemui oleh anggota dewan, hingga terjadi kericuhan antara pedagang dan aparat gabungan yang melakukan pengamanan.
Aksi unjuk rasa akhirnya mereda setelah dua anggota DPRD Gowa menemui massa dan menyampaikan komitmen untuk menindaklanjuti tuntutan pedagang melalui rapat dengar pendapat (RDP).
Anggota DPRD Gowa, Arsyad, menyatakan pihaknya akan memanggil seluruh pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan pengelola Ramadhan Fair.
“Aspirasi para pedagang kaki lima pasti kami tindak lanjuti dan dalam waktu dekat akan mengundang seluruh pihak yang terkait untuk digelar RDP,” kata Arsyad saat menemui para pedagang.
Setelah mendapatkan janji tersebut, massa membubarkan diri secara tertib.
Namun, para pedagang menegaskan akan kembali menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan mereka tidak segera direalisasikan.

