“Cappuni bolaku (habis rumahku),” tangis Supu pecah saat menyaksikan rumahnya rata dengan tanah.
Hal serupa disampaikan Risna (33), anak Supu, yang turut menjadi saksi mencekamnya peristiwa tersebut.
“Kami semua tertidur saat Bapak teriak ‘api, api’. Sudah besar memang apinya,” ujarnya.
Berdasarkan informasi sementara, kebakaran diduga kuat dipicu korsleting listrik.
Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 WITA dan berhasil memadamkan api satu jam kemudian.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun para korban kini kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk memenuhi kebutuhan darurat pascakebakaran. (kar/ayi)

