Overview
Kemenkes RI menyalurkan 20 unit rontgen portabel ke Makassar untuk memperluas skrining TBC hingga ke rumah warga.
Dengan rontgen portabel, sekitar 60 ribu warga Makassar ditargetkan menjalani pemeriksaan TBC sepanjang 2026.
Tercatat 9.885 kasus TBC di Kota Makassar yang menempatkan Sulsel masuk delapan provinsi dengan kasus tertinggi di Indonesia, menjadi wilayah prioritas nasional penanganan TBC.
SulawesiPos.com – Upaya percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Kota Makassar mendapat dukungan serius dari pemerintah pusat.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyiapkan bantuan puluhan alat rontgen portabel untuk memperluas jangkauan skrining langsung ke masyarakat.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Benyamin Paulus Octavianus, menyebut Makassar menjadi salah satu daerah prioritas dengan alokasi sekitar 20 unit rontgen portabel.
Alat tersebut dirancang ringan dan mudah dibawa, sehingga bisa dimanfaatkan di puskesmas, kantor kelurahan, hingga mendatangi rumah warga.
“Kami akan menyerahkan alat rontgen portabel yang bisa dibawa ke mana-mana. Ini akan mempermudah proses diagnosis,” kata Benyamin saat meninjau inovasi penanganan TBC di Makassar, Selasa (13/1/2026) dilansir dari Antara.
Menurut Benyamin, satu unit rontgen portabel mampu melayani sekitar 3.000 pasien. Dengan total 20 unit, diperkirakan hingga 60.000 warga Makassar dapat menjalani pemeriksaan sepanjang tahun 2026.
Selain ringan, dengan bobot sekitar tiga kilogram, alat ini juga memungkinkan pemeriksaan menyeluruh terhadap anggota keluarga pasien.
Pemeriksaan tidak hanya terbatas pada TBC, tetapi juga mencakup pengecekan kesehatan dasar seperti tekanan darah, gula darah, serta kondisi paru, jantung, hingga indikasi penyakit lain.
“Jika ada penyakit lain, seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan paru dan jantung, bisa ditangani lebih awal,” jelasnya.
Wakemenkes RI menyebut Sulawesi Selatan, termasuk Makassar, sebagai wilayah prioritas nasional karena masuk dalam delapan provinsi dengan kasus TBC tertinggi di Indonesia.
Provinsi lainnya yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Utara.
Berdasarkan data tahun 2025, tercatat 9.885 kasus TBC di Kota Makassar yang telah ditangani. Pemerintah selanjutnya akan melakukan penelusuran kontak erat terhadap seluruh anggota keluarga penderita guna memutus rantai penularan.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat.
Ia menegaskan komitmen Pemkot Makassar untuk terus menghadirkan inovasi layanan kesehatan yang menyentuh langsung masyarakat.
“Target kita jelas, nol TBC dalam 2 sampai 3 tahun ke depan. Kita intervensi secara maksimal, dan mudah-mudahan pada 2029 persoalan TBC di Makassar bisa kita tuntaskan hingga ke akar-akarnya,” ujarnya.
Pemkot Makassar pun terus mendorong agar program kesehatan dapat diakses secara luas, terutama dalam menghadapi penyakit menular yang masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat.