Pemeriksaan tidak hanya terbatas pada TBC, tetapi juga mencakup pengecekan kesehatan dasar seperti tekanan darah, gula darah, serta kondisi paru, jantung, hingga indikasi penyakit lain.
“Jika ada penyakit lain, seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan paru dan jantung, bisa ditangani lebih awal,” jelasnya.
Wakemenkes RI menyebut Sulawesi Selatan, termasuk Makassar, sebagai wilayah prioritas nasional karena masuk dalam delapan provinsi dengan kasus TBC tertinggi di Indonesia.
Provinsi lainnya yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Utara.
Berdasarkan data tahun 2025, tercatat 9.885 kasus TBC di Kota Makassar yang telah ditangani. Pemerintah selanjutnya akan melakukan penelusuran kontak erat terhadap seluruh anggota keluarga penderita guna memutus rantai penularan.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat.
Ia menegaskan komitmen Pemkot Makassar untuk terus menghadirkan inovasi layanan kesehatan yang menyentuh langsung masyarakat.
“Target kita jelas, nol TBC dalam 2 sampai 3 tahun ke depan. Kita intervensi secara maksimal, dan mudah-mudahan pada 2029 persoalan TBC di Makassar bisa kita tuntaskan hingga ke akar-akarnya,” ujarnya.
Pemkot Makassar pun terus mendorong agar program kesehatan dapat diakses secara luas, terutama dalam menghadapi penyakit menular yang masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat.

