Overview
-
Video cekcok antara guru honorer dan kepala sekolah di SDN 7 Bontoramba, Jeneponto, viral dan menyita perhatian publik.
-
Perselisihan diduga dipicu pengalihan tugas mengajar serta polemik lolosnya PPPK Paruh Waktu yang disebut berkaitan dengan keluarga kepala sekolah.
-
Kasus ini memunculkan sorotan soal transparansi kebijakan sekolah dan pengelolaan tenaga pendidik di daerah.
SulawesiPos.com – Sebuah video yang memperlihatkan percekcokan antara seorang guru honorer dan kepala sekolah di SDN 7 Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, viral di media sosial.
Insiden tersebut diduga dipicu persoalan pergantian tugas mengajar yang berkaitan dengan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Dalam video berdurasi 7 menit 56 detik itu, guru honorer tersebut menyampaikan keberatannya karena secara mendadak dialihkan dari tugas mengajar sesuai latar belakang pendidikannya ke mata pelajaran Bahasa Inggris.
Padahal, ia mengaku memiliki kualifikasi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan telah mengabdi di sekolah tersebut selama sekitar empat tahun.
Situasi memanas lantaran posisi yang sebelumnya dijalani guru honorer itu diduga digantikan oleh adik kandung kepala sekolah.
Nama yang bersangkutan disebut-sebut mendadak lolos menjadi PPPK Paruh Waktu, meski menurut pengakuan guru honorer, adik kepala sekolah tersebut sudah lama tidak aktif mengajar di SDN 7 Bontoramba.
“Kenapa saya dialihkan ke Bahasa Inggris, sedangkan jurusan saya PGSD?” ujar guru honorer tersebut dalam rekaman video yang beredar.

