Menurutnya, Bupati mendorong perubahan pola kerja agar lebih proaktif dalam mengakses dukungan program dari pemerintah pusat.
“Bone merasa bersyukur. Atas arahan Bupati, kita bukan lagi sekadar menjemput, tapi merebut peluang. Sejak awal Pak Bupati sudah mengoordinasikan agar potensi dukungan dari BKKBN Pusat bisa dimaksimalkan,” ujarnya.
Secara nasional, Kabupaten Bone tercatat sebagai daerah penerima DAK Non Fisik terbesar kedua di Sulawesi Selatan pada 2026, setelah Kota Makassar, khusus untuk program kependudukan dan keluarga berencana.
Dalam upaya mencapai target zero stunting, DP2KB Bone juga mengintensifkan pencegahan sejak dini.
Mulai dari Kursus Calon Pengantin (Catin), pendampingan ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita, seluruh tahapan dikawal secara berkelanjutan oleh Tim Pendamping Keluarga di setiap desa dan kelurahan.
“Di setiap desa dan kelurahan sudah ada tim yang kami terjunkan. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu kami optimis, angka stunting di Bone bisa terus ditekan, bahkan dicegah sejak awal,” tutup Andi Aswat. (kar/ayi)

