30 C
Makassar
18 January 2026, 15:56 PM WITA

Skrining TBC di Lapas dan Rutan Sulsel, Dinkes Temukan 320 Terdiagnosis Aktif

Overview

  • Skrining TBC di seluruh Lapas dan Rutan Sulawesi Selatan menemukan 320 warga binaan terdiagnosis TBC aktif.

  • Tingginya temuan kasus TBC dipengaruhi kondisi hunian yang padat, terutama di Rutan dengan tingkat kepadatan lebih tinggi.

  • Pada tahapan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), 299 orang dinilai memenuhi syarat, namun 119 warga binaan menolak menjalani terapi tersebut.

SulawesiPos.com – Program skrining tuberkulosis (TBC) yang dilaksanakan di seluruh Rumah Tahanan Negara (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Sulawesi Selatan mengungkap ratusan kasus TBC pada warga binaan.

Hasil ini menjadi gambaran nyata tingginya risiko penularan penyakit menular di lingkungan hunian tertutup.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan mencatat, skrining yang digelar Kementerian Kesehatan di 24 kabupaten/kota dengan cakupan 100 persen tersebut menemukan 320 warga binaan terdiagnosis TBC aktif.

“Jumlah itu setara 2,9 persen dari total warga binaan Lapas dan Rutan menjalani X-Ray dan terdiagnosis TBC,” ungkap Penanggung Jawab Program TB Dinkes Sulsel, Andi Julia Junus.

Baca Juga: 
Alasan Sakit, Tersangka Kasus Pembalakan Hutan Gowa Minta Penangguhan Penahanan

Ia menyebut capaian skrining ini menunjukkan efektivitas upaya deteksi dini di lingkungan pemasyarakatan.

“Secara umum, hasil skrining cukup baik dan angka penemuan kasus tergolong optimal,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinkes Sulsel, total 11.157 warga binaan di Lapas dan Rutan telah menjalani pemeriksaan rontgen.

Dari jumlah tersebut, 1.199 orang atau sekitar 10,7 persen masuk kategori terduga TBC. Namun, tidak seluruhnya melanjutkan pemeriksaan laboratorium.

Overview

  • Skrining TBC di seluruh Lapas dan Rutan Sulawesi Selatan menemukan 320 warga binaan terdiagnosis TBC aktif.

  • Tingginya temuan kasus TBC dipengaruhi kondisi hunian yang padat, terutama di Rutan dengan tingkat kepadatan lebih tinggi.

  • Pada tahapan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), 299 orang dinilai memenuhi syarat, namun 119 warga binaan menolak menjalani terapi tersebut.

SulawesiPos.com – Program skrining tuberkulosis (TBC) yang dilaksanakan di seluruh Rumah Tahanan Negara (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Sulawesi Selatan mengungkap ratusan kasus TBC pada warga binaan.

Hasil ini menjadi gambaran nyata tingginya risiko penularan penyakit menular di lingkungan hunian tertutup.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan mencatat, skrining yang digelar Kementerian Kesehatan di 24 kabupaten/kota dengan cakupan 100 persen tersebut menemukan 320 warga binaan terdiagnosis TBC aktif.

“Jumlah itu setara 2,9 persen dari total warga binaan Lapas dan Rutan menjalani X-Ray dan terdiagnosis TBC,” ungkap Penanggung Jawab Program TB Dinkes Sulsel, Andi Julia Junus.

Baca Juga: 
Breaking News! Pesawat ATR Rute Jogja-Makassar Hilang Kontak di Maros

Ia menyebut capaian skrining ini menunjukkan efektivitas upaya deteksi dini di lingkungan pemasyarakatan.

“Secara umum, hasil skrining cukup baik dan angka penemuan kasus tergolong optimal,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinkes Sulsel, total 11.157 warga binaan di Lapas dan Rutan telah menjalani pemeriksaan rontgen.

Dari jumlah tersebut, 1.199 orang atau sekitar 10,7 persen masuk kategori terduga TBC. Namun, tidak seluruhnya melanjutkan pemeriksaan laboratorium.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/