Sejumlah fasilitas penunjang telah disalurkan, mulai dari kapal dan mesin kapal, alat tangkap, hingga mobil pendingin yang pengelolaannya akan dilakukan oleh koperasi setempat.
Selain itu, kawasan KNMP Bentenge dilengkapi tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN), bengkel kapal, kios perbekalan, balai nelayan, serta sistem rantai dingin terpadu berupa pabrik es portabel, cool box, mobil pendingin, dan gudang beku.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bulukumba, Muh Thaiyeb Maningkasi, menilai keberadaan KNMP akan menjadi pusat baru aktivitas perikanan daerah.
“Jika sudah beroperasi penuh, aktivitas perikanan akan kami pusatkan di sana,” katanya.
Thaiyeb juga mengungkapkan bahwa peluang ekspor ke depan sangat terbuka.
Setelah pengiriman perdana ikan kerapu macan dan tenggiri dengan volume hampir satu ton, pihak eksportir telah menyampaikan minat tambahan pasokan hingga 2,5 ton per hari.
Menurutnya, ketersediaan cold storage dan mobil pendingin di kawasan KNMP menjadi faktor kunci untuk menjaga kontinuitas suplai.
Selain kerapu dan tenggiri, Bulukumba juga dikenal sebagai penghasil kakap merah, ikan layang, serta berbagai jenis ikan karang bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi menembus pasar ekspor.

