Setelah penanaman selesai, mobil pemadam kebakaran (Damkar) diterjunkan untuk melakukan penyiraman agar tanaman mendapatkan pasokan air yang cukup di fase awal pertumbuhan.
Bupati Syaharuddin Alrif menjelaskan, pemilihan pohon alpukat bukan tanpa alasan.
Menurutnya, jenis tanaman tersebut dipilih untuk menggantikan pohon sebelumnya yang dinilai tidak produktif dan tidak memberikan manfaat yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat
“Kita berharap satu sampai dua tahun mnedatang sudah bisa berbuah dan dinikmati masyarakat, maupun anak cucu kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, program penghijauan dengan tanaman produktif merupakan ikhtiar menghadirkan manfaat ganda.
“Ini ikhtiar untuk kebaikan bersama, selain membuat kawasan lebih asri dan rindang, buahnya juga bermanfaat,” tambahnya.
Syaharuddin berharap, langkah ini dapat menjadi contoh bagi OPD dan masyarakat untuk menanam pohon produktif di ruang-ruang publik maupun lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan tersebut, para kepala OPD dan jajarannya tampak antusias terlibat langsung dalam proses penanaman.
Mereka turun ke lapangan menanam pohon di area yang menjadi tanggung jawab masing-masing, sebagai bentuk komitmen menjaga dan merawat hasil penanaman ke depan.

