Dalam sambutannya, Kapolda Sulsel menyampaikan capaian sektor jagung di wilayah Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2025.
Potensi lahan jagung di wilayah Polda Sulsel tercatat mencapai 3.905,2 hektar atau sekitar 79,1 persen dari target 5.000 hektar. Sementara realisasi luas tanam mencapai 2.863,4 hektar.
Dari sisi produksi, Sulawesi Selatan berkontribusi sebesar 1.275.535,27 ton jagung. Selain itu, hasil pendampingan Polri mencatat produksi sebesar 11.450,5 ton dari luas panen 2.264,6 hektar.
Adapun pemenuhan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) melalui Bulog Sulsel telah mencapai 17.559 ton.
Khusus di Kabupaten Bantaeng, panen raya dilaksanakan pada lahan binaan Polri seluas 30,40 hektar dengan estimasi hasil panen mencapai 121,60 ton.
Lokasi panen terpusat berada pada lahan seluas 10 hektar yang menjadi percontohan sinergi antara aparat kepolisian dan kelompok tani.
Pada kesempatan tersebut, Kapolda Sulsel juga menyerahkan bantuan sosial dan dukungan sarana pertanian kepada kelompok tani sebagai bentuk penguatan kemitraan.
Kegiatan panen raya turut dihadiri Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, Kapolres Bantaeng AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo, Kajari Bantaeng Hadi Sukma Siregar, Ketua Pengadilan Negeri Bantaeng Bambang Supriyono, Kasdim 1410 Bantaeng Mayor Inf. Ruben Jakub Tana, jajaran pejabat utama Polda Sulsel, anggota DPRD Sulsel dan DPRD Bantaeng, pimpinan Bulog Kanwil Sulselbar dan Bulog Cabang Bulukumba, para camat dan kepala desa, tokoh agama, tokoh adat, serta kelompok tani.
Melalui pelaksanaan panen raya jagung ini, pemerintah berharap kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan petani dapat terus diperkuat guna mendukung swasembada pangan dan menjaga stabilitas pasokan jagung nasional secara berkelanjutan.

