Rangkaian acara diawali dengan Jalan Santai Kerukunan, di mana peserta dari berbagai latar belakang agama, suku, dan daerah berjalan bersama tanpa sekat.
Pemeluk Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu tampak membaur dalam satu barisan.
Nasaruddin menekankan bahwa semangat persaudaraan yang terpancar di Bone adalah cerminan indeks kerukunan umat beragama Indonesia yang, menurutnya, tertinggi sejak Indonesia merdeka.
“Mereka begitu akbar, lupa perbedaan. Inilah wajah Indonesia sesungguhnya. Kemenag akan terus menjadi garda terdepan memelihara harmoni ini,” ujarnya.
Selain jalan santai, peringatan HAB ke-80 juga diisi berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan, mulai dari Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), zikir kebangsaan, bakti sosial bagi penyandang disabilitas, hingga penggalangan dana untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera Barat.
Rangkaian acara ditutup dengan pelepasan 80 balon ke udara sebagai simbol delapan dekade pengabdian Kementerian Agama kepada bangsa.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel, Ali Yafid mengungkapkan bahwa jumlah peserta masih berpotensi bertambah karena antusiasme masyarakat yang terus meningkat. (ayi)

