Kisah ini sontak menyentuh hati banyak orang dan menjadi perbincangan luas di media sosial.
Banyak warganet menyebut Hawatia sebagai simbol ketulusan dan kesetiaan tenaga honorer di Indonesia.
Kepala DPPKB Kabupaten Gowa, Sofyan Daud, menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah mengusulkan pengangkatan Hawatia jauh sebelum masa pensiunnya tiba.
Namun, proses administrasi dan birokrasi membuat SK tersebut baru terbit di akhir masa pengabdiannya.
“Kami telah mengusulkan berkas Ibu Hawatiah. Meski langsung pensiun, kami tetap memberikan penghargaan dan cenderamata sebagai bentuk apresiasi atas 26 tahun pengabdiannya,” jelas Sofyan.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kabupaten Gowa memberikan penghargaan dan cendera mata khusus kepada Hawatia atas dedikasinya selama 26 tahun melayani masyarakat. (ayi)

