SulawesiPos.com – Kompetisi SulawesiPos Pentas Padel 2026 memasuki Week 4. Hari pertama rangkaian pertandingan pekan keempat digelar di Top Spin, Selasa (8/9/2026).
Pertandingan pada hari pertama Week 4 tersebut menjadi bagian dari Round 10 dalam kompetisi SulawesiPos Pentas Padel 2026 yang diikuti 16 tim.
Memasuki Week 4, YSL Padel Club masih memimpin klasemen sementara dengan 27 poin.
YSL Padel Club mencatat sembilan kemenangan dari sembilan pertandingan yang telah dimainkan.
Di posisi kedua terdapat Boho Padel Club dengan 24 poin hasil dari delapan kemenangan dan satu kekalahan.
Sementara itu, Dawn Padel Society A dan Livin Padel Club sama-sama mengoleksi 21 poin.
Dawn Padel Society A berada di posisi ketiga, sedangkan Livin Padel Club menempati posisi keempat.
Keempat tim tersebut saat ini berada di zona qualified atau lolos ke babak knock-out.
Di luar zona lolos, Kevinkeano berada di posisi kelima dengan 21 poin.
Selanjutnya, Bank Sulselbar Padel Club mengoleksi 18 poin dan menempati posisi keenam.
Padelstora dan GG Padel Club masing-masing mengantongi 15 poin. Keduanya berada di posisi ketujuh dan kedelapan.

Di papan tengah, Padel Traveler Makassar berada di posisi kesembilan dengan 12 poin.
Berikutnya, Kalla Padel Community Tim C dan Anugerah by Karumi sama-sama mengoleksi 12 poin.
Sementara itu, Lucky Bounce dan Kalla Padel Community Tim A masing-masing mengumpulkan enam poin.
Dawn Padel Society B dan Kalla Padel Community Tim B berada di posisi ke-14 dan ke-15 dengan masing-masing tiga poin.
Sedangkan Padelton masih berada di posisi terakhir dengan nol poin dari sembilan pertandingan.
Persaingan di Week 4 menjadi momentum penting bagi 16 tim untuk memperbaiki posisi klasemen.
Terutama bagi tim yang masih berpeluang mengejar posisi empat besar untuk mengamankan tiket menuju babak knock-out.
Dengan bergulirnya pertandingan hari pertama Week 4 di Top Spin, persaingan SulawesiPos Pentas Padel 2026 semakin sengit menuju fase knock-out.
Adapun, Ketua Panitia Sulawesi Pos Pentas Padel 2026, Shofiyyah Salsabil Nanda, sebelumnya menegaskan format kompetisi ini memang dirancang agar tim-tim padel di Makassar merasakan atmosfer liga yang lebih panjang.
“Kita sebenarnya ingin menjadikan pentas padel ini sebagai tim-tim di Makassar itu untuk dapat merasakan juga bagaimana itu padel kalau misalnya dia berformatkan liga. Jadi selama satu setengah bulan, tidak cuman 3 hari gitu,” ujar Shofiyyah.

