Veda Ega Pratama menatap lanjutan Moto3 Jerman 2026 setelah menjadi yang tercepat pada sesi practice di Sachsenring.
SulawesiPos.com – Veda Pratama menutup practice Moto3 Jerman 2026 sebagai pembalap tercepat di Sachsenring, Jumat, 10 Juli 2026, tetapi justru hasil itu membuat tantangan berikutnya menjadi lebih rumit. Di kelas Moto3 yang dikenal sangat rapat dan penuh duel satu grup, pebalap muda Indonesia itu dituntut bukan hanya menjaga kecepatan, tetapi juga membaca situasi lintasan agar tidak terjebak insiden yang bisa merusak peluang sejak kualifikasi hingga balapan.
Pembalap Honda Team Asia tersebut membukukan waktu 1 menit 25,848 detik untuk menutup sesi di posisi pertama. Ia unggul tipis 0,008 detik atas Joel Esteban, sementara Eddie O’Shea melengkapi tiga besar.
Catatan itu langsung menempatkan Veda Pratama dalam sorotan karena ia bukan hanya lolos otomatis ke Q2, tetapi juga menunjukkan bahwa ia sudah punya paket kompetitif untuk akhir pekan ini.
Namun Moto3 jarang hanya soal siapa yang paling cepat dalam satu lap. Jarak antarpembalap yang sangat rapat, kebiasaan mencari slipstream, hingga duel agresif di rombongan depan sering membuat pembalap tercepat tetap berada dalam risiko besar.
Di Sachsenring, trek yang sempit dan teknis itu bahkan bisa membuat satu kesalahan kecil atau satu manuver yang terlambat berujung pada hilangnya ritme, posisi, bahkan crash.
Veda Pratama punya alasan kuat untuk percaya diri karena ia terlihat mampu membalikkan keadaan setelah sebelumnya tidak menonjol di sesi awal. Dari posisi yang sempat tertahan, ia bangkit, menemukan ritme, lalu mengunci waktu terbaik pada fase akhir practice.
Respons cepat seperti itu menunjukkan feeling terhadap lintasan, keberanian menekan saat momentum datang, dan kemampuan membaca perubahan grip yang tidak semua rider miliki.
Di sisi lain, justru karena sudah berada di barisan terdepan, Veda Pratama harus ekstra hati-hati menghadapi pola balap Moto3 yang kerap tidak bisa ditebak.
Persaingan di kelas ini sering ditentukan bukan hanya oleh performa motor dan pembalap, tetapi juga posisi saat keluar tikungan terakhir, pilihan mengikuti grup tertentu, dan keberhasilan menghindari kontak yang tidak perlu.
Kondisi itu membuat pekerjaan Veda Pratama bukan sekadar mengulang lap cepat. Ia juga harus cermat memilih kapan menyerang, kapan menjaga ban, dan kapan menghindari duel yang terlalu berisiko.
Dalam situasi tertentu, pembalap yang terlalu lama berada di tengah rombongan justru lebih rentan terseret kekacauan dibanding rider yang bisa cepat memisahkan diri atau mengatur posisi sejak awal.
Pengalaman di Sachsenring menjadi salah satu modal terpenting Veda Pratama. Trek ini bukan lintasan asing baginya, dan bekal itu bisa membantu saat ia harus mengambil keputusan cepat di tengah duel rapat.
Pengalaman tersebut penting karena Sachsenring menuntut presisi, keberanian, sekaligus ketenangan saat pembalap lain mulai memaksakan tempo.
Veda Pratama juga perlu menjaga agar momentum dari practice tidak berubah menjadi beban. Status tercepat memang mengangkat ekspektasi, tetapi akhir pekan Moto3 kerap berubah dalam hitungan lap.
Start, pemilihan grup, dan kemampuan bertahan dari potensi senggolan akan sangat menentukan apakah catatan tercepat di practice benar-benar bisa diubah menjadi hasil besar saat race.
Untuk saat ini, modal Veda Pratama jelas sangat kuat. Ia sudah menunjukkan kecepatan, adaptasi, dan kapasitas untuk bersaing di depan. Tinggal bagaimana semua itu dijaga dengan kepala dingin, karena di Moto3 Jerman 2026, menjadi yang tercepat di practice baru langkah awal, sementara tantangan sebenarnya adalah tetap aman ketika pertarungan di lintasan mulai semakin keras.
1. Veda Pratama (Indonesia) – Honda Team Asia – 1:25.848
2. Joel Esteban (Spanyol) – LEVEL UP – MTA – 1:25.856
3. Eddie O’Shea (Inggris) – GRYD Racing – 1:25.883
4. Jesus Rios (Spanyol) – Rivacold Snipers Team – 1:25.904
5. Alvaro Carpe (Spanyol) – Red Bull KTM Ajo – 1:25.967
6. Marco Morelli (Argentina) – CFMOTO Gaviota Aspar Team – 1:25.973
7. Hakim Danish (Malaysia) – AEON Credit – MT Helmets – MSI – 1:25.975
8. Cormac Buchanan (Selandia Baru) – CODE Motorsports – 1:26.014
9. Matteo Bertelle (Italia) – LEVEL UP – MTA – 1:26.063
10. Ryusei Yamanaka (Jepang) – AEON Credit – MT Helmets – MSI – 1:26.105
11. Brian Uriarte (Spanyol) – Red Bull KTM Ajo – 1:26.110
12. Scott Ogden (Inggris) – CIP Green Power – 1:26.131
13. Joel Kelso (Australia) – GRYD Racing – 1:26.140
14. Rico Salmela (Finlandia) – Red Bull KTM Tech3 – 1:26.220
15. Casey O’Gorman (Irlandia) – SIC58 Squadra Corse – 1:26.254
16. Marcos Uriarte (Spanyol) – Liqui Moly Dynavolt Intact GP – 1:26.256
17. Adrian Fernandez (Spanyol) – Leopard Racing – 1:26.266
18. Valentin Perrone (Argentina) – Red Bull KTM Tech3 – 1:26.272
19. Adrian Cruces (Spanyol) – CIP Green Power – 1:26.314
20. Nicola Carraro (Italia) – Rivacold Snipers Team – 1:26.625
21. Guido Pini (Italia) – Leopard Racing – 1:26.754
22. Leo Rammerstorfer (Austria) – SIC58 Squadra Corse – 1:27.164
23. Eddie Gutierrez (Meksiko) – CODE Motorsports – 1:29.052
Tidak masuk klasifikasi:
Maximo Quiles (Spanyol) – CFMOTO Gaviota Aspar Team
David Almansa (Spanyol) – Liqui Moly Dynavolt Intact GP
Top 14 otomatis lolos ke Q2 dipimpin Veda Pratama.
Jumat, 10 Juli 2026
• Free Practice 1: pukul 15.00-15.35 Wita
• Practice: pukul 19.15-19.50 Wita
Sabtu, 11 Juli 2026
• Free Practice 2: pukul 14.40-15.10 Wita
• Qualifying 1: pukul 18.45-19.00 Wita
• Qualifying 2: pukul 19.10-19.25 Wita
Minggu, 12 Juli 2026
• Race Moto3 Jerman: pukul 17.00 Wita
1. Máximo Quiles (Spanyol) – CFMoto Aspar Team – 211 poin – Assen: 33’51.801
2. Álvaro Carpe (Spanyol) – Red Bull KTM Ajo / Red Bull KTM Factory Racing – 121 poin – Assen: DNF, +5 laps
3. David Almansa (Spanyol) – Liqui Moly Dynavolt Intact GP – 109 poin – Assen: 33’52.314
4. Brian Uriarte (Spanyol) – Red Bull KTM Ajo / Red Bull KTM Factory Racing – 102 poin – Assen: 33’56.239
5. Marco Morelli (Argentina) – CFMoto Aspar Team – 102 poin – Assen: 33’54.234
6. Hakim Danish (Malaysia) – MT Helmets – MSI – 82 poin – Assen: 33’56.276
7. Veda Pratama (Indonesia) – Honda Team Asia – 82 poin – Assen: DNF, +12 laps
8. Valentín Perrone (Argentina) – Red Bull KTM Tech3 – 79 poin – Assen: 33’54.352
9. David Muñoz (Spanyol) – Liqui Moly Dynavolt Intact GP – 52 poin – Assen: tidak start / tidak tercatat
10. Guido Pini (Italia) – Leopard Racing – 48 poin – Assen: 34’06.638