Selain dua kota utama tersebut, pertandingan juga tersebar di wilayah Valtellina, Val di Fiemme, hingga Anterselva, menciptakan konsep multi-klaster yang memanfaatkan infrastruktur eksisting dan panorama Alpen Italia.
Panitia mengusung motto resmi “IT’s Your Vibe”, yang menekankan semangat inklusivitas, energi muda, serta pengalaman personal bagi atlet maupun penonton.
Maskot resmi edisi ini adalah Tina dan Milo, dua karakter cerpelai yang masing-masing merepresentasikan Olimpiade dan Paralimpiade.
Nama keduanya diambil dari gabungan kata Cortina dan Milano.
Ski Gunung Debut di Olimpiade
Edisi kali ini juga menghadirkan cabang baru, yakni Ski Mountaineering atau ski gunung.
Nomor ini menggabungkan daya tahan, teknik mendaki, dan kecepatan meluncur menuruni lereng bersalju.
Kehadirannya menjadi warna baru dalam kalender resmi Olimpiade Musim Dingin.
Banyak pengamat menilai penambahan cabang ini sebagai langkah strategis untuk menarik generasi muda dan memperluas daya tarik olahraga musim dingin secara global.
Speed Skating Dunia
Bintang muda Amerika Serikat, Jordan Stolz, mencuri perhatian pada nomor 500 meter putra.
Ia sukses merebut medali emas sekaligus mencatatkan rekor Olimpiade baru dengan waktu 33,77 detik pada 15 Februari dini hari waktu setempat.
Catatan waktu tersebut menjadi salah satu performa tercepat dalam sejarah nomor sprint Olimpiade dan mempertegas status Stolz sebagai ikon baru speed skating dunia.
Alpine Skiing: Braathen Rebut Emas Giant Slalom
Pada nomor Giant Slalom putra, Lucas Pinheiro Braathen tampil gemilang dan memastikan medali emas pada 14 Februari. Ia menunjukkan konsistensi di dua kali lintasan dengan teknik presisi di tikungan tajam khas lintasan Cortina.
Kemenangan ini memperkuat dominasi atlet Eropa di cabang alpine skiing pada edisi kali ini.Ski Jumping: Persaingan Ketat di Large Hill

