Overview
- Milano Cortina 2026 mencetak sejarah sebagai Olimpiade Musim Dingin pertama dengan dua kota tuan rumah resmi, Milan dan Cortina d’Ampezzo.
- Hingga 15 Februari 2026, Norwegia memimpin klasemen medali, diikuti Italia dan Amerika Serikat.
- Sejumlah rekor dan momen dramatis mewarnai persaingan menuju pekan akhir kompetisi.
SulawesiPos.com — Perhelatan Olimpiade Musim Dingin 2026 atau Milano Cortina 2026 resmi memasuki pertengahan kompetisi.
Ajang bertajuk Olimpiade Musim Dingin 2026 ini digelar di Italia pada 6–22 Februari 2026 dan menjadi edisi bersejarah karena untuk pertama kalinya dua kota berbagi status tuan rumah secara resmi, yakni Milan dan Cortina d’Ampezzo.
Atmosfer kompetisi semakin memanas seiring perebutan medali yang berlangsung ketat di berbagai cabang olahraga musim dingin.
Hingga Minggu (15/2/2026), Norwegia tampil dominan dan memimpin klasemen sementara, diikuti oleh tuan rumah Italia dan Amerika Serikat.
Norwegia Unggul di Puncak Klasemen
Kontingen Norwegia kembali membuktikan tradisi kuat mereka dalam olahraga musim dingin.
Negara Skandinavia tersebut tampil konsisten di nomor ski lintas alam, biathlon, dan kombinasi nordik sehingga mengamankan posisi teratas klasemen medali sementara.
Italia sebagai tuan rumah terus memberi tekanan lewat performa impresif di cabang alpine skiing dan speed skating.
Sementara itu, Amerika Serikat menjaga asa perburuan gelar dengan sejumlah emas krusial dari nomor lintasan cepat dan papan seluncur.
Persaingan diprediksi semakin sengit memasuki pekan kedua kompetisi, terutama pada nomor-nomor final yang menjadi andalan masing-masing negara.
Konsep Tuan Rumah Ganda yang Bersejarah
Milano Cortina 2026 mencatatkan sejarah baru dalam perhelatan Olimpiade Musim Dingin.
Kota Milan menjadi pusat pertandingan olahraga es seperti figure skating, short track, dan ice hockey.
Sementara Cortina d’Ampezzo serta klaster pegunungan lainnya menjadi arena utama cabang olahraga salju.

