Overview
- Cadillac resmi menatap Formula 1 2026 dengan ambisi besar melalui kolaborasi General Motors dan TWG Motorsports.
- Dengan infrastruktur lintas benua, duo pembalap veteran, serta pendekatan budaya kerja berbasis honest feedback, Cadillac datang bukan sebagai penggembira, melainkan penantang serius di era regulasi baru F1.
SulawesiPos.com — Kehadiran Cadillac di grid Formula 1 musim 2026 bukan lagi sekadar wacana.
Melalui kolaborasi strategis antara General Motors (GM) dan TWG Motorsports, raksasa otomotif Amerika Serikat ini baru saja mengirimkan sinyal perang kepada para rival mapan.
Pengenalan livery perdana di panggung megah Super Bowl menjadi bukti bahwa Cadillac tidak datang hanya untuk meramaikan barisan belakang, melainkan untuk membangun legitimasi global.
Pondasi Kuat: Infrastruktur Dua Benua
Cadillac memahami bahwa F1 adalah olahraga yang menuntut efisiensi logistik dan teknis. Untuk itu, mereka membangun ekosistem kerja yang masif:
-
Silverstone (Inggris): Menjadi pusat operasional di jantung industri balap Eropa untuk memudahkan mobilitas tim saat seri kontinental.
-
Fishers, Indiana (AS): Menjadi markas pusat sekaligus fasilitas produksi canggih yang mencerminkan DNA Amerika dalam kendaraan mereka.
Saat ini, tim telah melampaui angka 500 karyawan.
Lonjakan rekrutmen ini krusial mengingat persetujuan resmi baru dikantongi pada akhir 2024, memaksa tim untuk bekerja dalam tempo tinggi demi mengejar tenggat waktu regulasi baru.
Duo Veteran di Kursi Kemudi
Langkah paling cerdas Cadillac dalam fase persiapan ini adalah mengamankan tanda tangan Valtteri Bottas dan Sergio Perez.

