26 C
Makassar
4 February 2026, 13:38 PM WITA

Saat San Siro Membeku: Cerita Besar Olimpiade Musim Dingin 2026 dari Milan hingga Alpen Italia

Overview

  • Olimpiade Musim Dingin 2026 akan resmi dibuka pada 6 Februari 2026 di Stadion San Siro, Milan.
  • Mengusung tema “Armonia” (Harmoni), Italia menjanjikan sebuah perayaan global yang memadukan teknologi masa depan, warisan budaya klasik, serta lanskap Alpen yang ekstrem.
  • Tak hanya terpusat di satu kota, Milan–Cortina 2026 menjadi Olimpiade Musim Dingin paling tersebar secara geografis dalam sejarah.

SulawesiPos.com – Pada malam musim dingin di awal Februari, San Siro akan tampil dengan wajah yang sama sekali berbeda.

Stadion legendaris yang identik dengan AC Milan dan Inter itu disulap menjadi panggung Olimpiade, lengkap dengan tata cahaya futuristik, proyeksi digital raksasa, serta koreografi massal yang menarasikan perjalanan Italia dari peradaban klasik hingga inovasi modern.

Tema Armonia bukan sekadar slogan.

Ia menjadi benang merah yang menghubungkan kota metropolitan Milan dengan desa-desa pegunungan Alpen, tempat atlet-atlet dunia mempertaruhkan segalanya di lintasan es dan salju.

Kompetisi Dimulai Sebelum Api Olimpiade Dinyalakan

Meski pembukaan resmi digelar pada 6 Februari, kompetisi sudah dimulai sejak 4 Februari 2026.

Baca Juga: 
Marc Marquez Kembali Naik Motor Usai Cedera, Siap Sambut Musim MotoGP 2026

Cabang Curling dan Hoki Es Putri lebih dulu memainkan babak kualifikasi, menghadirkan paradoks khas Olimpiade: saat sorotan kamera belum maksimal, drama olahraga sudah berjalan.

Di arena es, tak ada gemerlap seremoni yang ada hanya fokus, ketepatan, dan tekanan yang sama besarnya dengan final.

Milan: Jantung Es dan Administrasi

Milan menjadi pusat administrasi sekaligus rumah bagi cabang olahraga es seperti Figure Skating, Short Track Speed Skating dan Hoki Es.

Di kota ini, keindahan gerak dan kecepatan ekstrem bertemu di arena indoor modern.

Overview

  • Olimpiade Musim Dingin 2026 akan resmi dibuka pada 6 Februari 2026 di Stadion San Siro, Milan.
  • Mengusung tema “Armonia” (Harmoni), Italia menjanjikan sebuah perayaan global yang memadukan teknologi masa depan, warisan budaya klasik, serta lanskap Alpen yang ekstrem.
  • Tak hanya terpusat di satu kota, Milan–Cortina 2026 menjadi Olimpiade Musim Dingin paling tersebar secara geografis dalam sejarah.

SulawesiPos.com – Pada malam musim dingin di awal Februari, San Siro akan tampil dengan wajah yang sama sekali berbeda.

Stadion legendaris yang identik dengan AC Milan dan Inter itu disulap menjadi panggung Olimpiade, lengkap dengan tata cahaya futuristik, proyeksi digital raksasa, serta koreografi massal yang menarasikan perjalanan Italia dari peradaban klasik hingga inovasi modern.

Tema Armonia bukan sekadar slogan.

Ia menjadi benang merah yang menghubungkan kota metropolitan Milan dengan desa-desa pegunungan Alpen, tempat atlet-atlet dunia mempertaruhkan segalanya di lintasan es dan salju.

Kompetisi Dimulai Sebelum Api Olimpiade Dinyalakan

Meski pembukaan resmi digelar pada 6 Februari, kompetisi sudah dimulai sejak 4 Februari 2026.

Baca Juga: 
Era Baru V4 Dimulai: Pertaruhan Habis-habisan Yamaha Demi Ikat Fabio Quartararo

Cabang Curling dan Hoki Es Putri lebih dulu memainkan babak kualifikasi, menghadirkan paradoks khas Olimpiade: saat sorotan kamera belum maksimal, drama olahraga sudah berjalan.

Di arena es, tak ada gemerlap seremoni yang ada hanya fokus, ketepatan, dan tekanan yang sama besarnya dengan final.

Milan: Jantung Es dan Administrasi

Milan menjadi pusat administrasi sekaligus rumah bagi cabang olahraga es seperti Figure Skating, Short Track Speed Skating dan Hoki Es.

Di kota ini, keindahan gerak dan kecepatan ekstrem bertemu di arena indoor modern.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/