24 C
Makassar
3 February 2026, 3:22 AM WITA

Hamilton Sebut Shakedown Ferrari SF-26 Jadi Ujian Berat di Awal Era F1 2026

Overview

  • Ferrari menjalani shakedown SF-26 di tengah hujan Barcelona.
  • Lewis Hamilton menilai sesi awal penuh tantangan, namun tetap memberikan data penting di tengah perubahan regulasi besar F1 2026.

SulawesiPos.com – Ferrari akhirnya membawa SF-26 ke lintasan dalam rangkaian shakedown pramusim F1 2026, namun kondisi cuaca langsung menguji kesiapan tim asal Maranello tersebut.

Hujan yang turun sejak pertengahan pagi membuat program pengujian tidak berjalan ideal, meski tetap menghasilkan data penting untuk pengembangan mobil.

Setelah sebelumnya hanya melakukan demo singkat sejauh 15 km di Fiorano, Ferrari menunda keterlibatan penuh hingga sesi shakedown di Barcelona.

Mereka memilih turun lintasan pada Selasa (27/1/2026), saat sebagian besar tim lain justru menghindari risiko akibat prakiraan cuaca buruk.

Hanya Red Bull yang tercatat ikut menjalani sesi di hari yang sama.

Charles Leclerc sempat merasakan trek kering di awal sesi, tetapi situasi berubah cepat ketika hujan mulai mengguyur.

Sejak itu, mayoritas putaran dilakukan dalam kondisi basah, menuntut adaptasi setelan dan strategi ban.

Baca Juga: 
Shakedown F1 Barcelona: Mercedes Paling Produktif, Aston Martin Akhirnya Muncul, McLaren Terkendala Teknis

Lewis Hamilton mengakui situasi tersebut membuat hari pertama terasa berat, tetapi tetap bernilai.

“Kondisinya jauh dari ideal, tapi kami tetap memperoleh banyak pelajaran. Fokus utama kami adalah memahami respons ban dan keseimbangan mobil di trek basah,” ujar Hamilton.

Menurut pencatatan tidak resmi, Ferrari mampu membukukan lebih dari 120 lap.

Overview

  • Ferrari menjalani shakedown SF-26 di tengah hujan Barcelona.
  • Lewis Hamilton menilai sesi awal penuh tantangan, namun tetap memberikan data penting di tengah perubahan regulasi besar F1 2026.

SulawesiPos.com – Ferrari akhirnya membawa SF-26 ke lintasan dalam rangkaian shakedown pramusim F1 2026, namun kondisi cuaca langsung menguji kesiapan tim asal Maranello tersebut.

Hujan yang turun sejak pertengahan pagi membuat program pengujian tidak berjalan ideal, meski tetap menghasilkan data penting untuk pengembangan mobil.

Setelah sebelumnya hanya melakukan demo singkat sejauh 15 km di Fiorano, Ferrari menunda keterlibatan penuh hingga sesi shakedown di Barcelona.

Mereka memilih turun lintasan pada Selasa (27/1/2026), saat sebagian besar tim lain justru menghindari risiko akibat prakiraan cuaca buruk.

Hanya Red Bull yang tercatat ikut menjalani sesi di hari yang sama.

Charles Leclerc sempat merasakan trek kering di awal sesi, tetapi situasi berubah cepat ketika hujan mulai mengguyur.

Sejak itu, mayoritas putaran dilakukan dalam kondisi basah, menuntut adaptasi setelan dan strategi ban.

Baca Juga: 
Era Baru Red Bull Ford Dimulai: Penampakan Perdana RB22 di Aspal Barcelona

Lewis Hamilton mengakui situasi tersebut membuat hari pertama terasa berat, tetapi tetap bernilai.

“Kondisinya jauh dari ideal, tapi kami tetap memperoleh banyak pelajaran. Fokus utama kami adalah memahami respons ban dan keseimbangan mobil di trek basah,” ujar Hamilton.

Menurut pencatatan tidak resmi, Ferrari mampu membukukan lebih dari 120 lap.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/