Overview
- Valentino Rossi secara terbuka mulai memberikan tekanan psikologis kepada Ducati terkait masa depan tim VR46 menyongsong regulasi baru MotoGP 2027.
- Meski hubungan keduanya tampak harmonis, Rossi memberikan sinyal bahwa ia punya kartu as dalam pemilihan pembalap, memaksa pabrikan Bologna untuk lebih kooperatif jika tidak ingin kehilangan tim satelit ikonik ini.
SulawesiPos.com, Roma – Peluncuran tim Pertamina Enduro VR46 Racing Team di Roma bukan sekadar seremoni perkenalan livery kuning neon yang mencolok.
Di balik kemilau motor Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli, Valentino Rossi sedang memainkan “catur politik” tingkat tinggi dengan Ducati.
Meski kontrak kerja sama telah diperpanjang secara multitahun, Rossi secara tersirat mengirimkan peringatan: VR46 hanya akan bertahan jika Ducati mampu membantu mereka mengamankan susunan pembalap pemenang (winning line-up) pada 2027.
Rossi sadar betul akan posisinya.
Sejak kemenangan terakhir Marco Bezzecchi di India 2023, VR46 belum lagi mencicipi podium tertinggi.
Bagi “The Doctor”, timnya bukan sekadar pelengkap grid; ia butuh magnet baru bagi fans dan prestasi nyata.
Pernyataan misterius Rossi tentang calon pembalapnya untuk 2027 adalah instrumen penekan.
Ia ingin Ducati sadar bahwa VR46 memiliki daya tawar untuk hengkang (seperti yang dilakukan Pramac ke Yamaha) jika tuntutan teknis dan dukungan pembalap tidak terpenuhi.
Target utama Rossi sebenarnya adalah Pedro Acosta. Namun, jalur ini sangat terjal:
-
Target Ducati: Gigi Dall’Igna memproyeksikan Acosta sebagai rekan duet Marc Marquez di tim pabrikan (2027-2028).
-
Efek Domino: Jika Acosta ke tim utama Ducati, Pecco Bagnaia berpotensi hengkang (rumornya ke Yamaha), sementara KTM dan Honda akan saling sikut memperebutkan Fabio Quartararo dan Maverick Vinales.
-
Respon Agen: Albert Valera, manajer Acosta, menegaskan bahwa fokus kliennya adalah tim pabrikan, yang secara halus menutup pintu bagi VR46.
Sadar bahwa Acosta sulit dijangkau, Rossi menyiapkan skenario cadangan yang tak kalah mematikan. VR46 melirik dua talenta muda yang sudah masuk dalam radar Ducati:
-
Fermin Aldeguer: Pembalap yang sudah dikontrak Ducati dan diproyeksikan mendapat status pembalap resmi di tim satelit.
-
David Alonso: Juara dunia Moto3 2024 yang diprediksi akan menjadi komoditas panas saat naik ke kelas MotoGP pada 2027 di usia 20 tahun.
Strategi ini dianggap lebih realistis.
Dengan regulasi teknis baru di 2027—di mana semua motor Ducati (GP27) akan memiliki spesifikasi yang setara di tahun pertama—perbedaan mekanis antara tim pabrikan dan satelit akan terkikis, memberikan VR46 peluang besar untuk kembali ke jalur juara.
Meski Uccio Salucci menyebut kelanjutan dengan Ducati sudah “90 persen terjamin”, celah 10 persen tetap dibiarkan terbuka.
Rossi sedang memastikan bahwa mulai 2027, VR46 bukan lagi sekadar tim “pembibitan”, melainkan kekuatan utama yang didukung penuh oleh finansial Pertamina dan teknis terbaik dari Borgo Panigale.

