Kehadiran petinggi seperti Paolo Pavesio dan duo rider anyar dari tim satelit Pramac Racing, termasuk Toprak Razgatlioglu, menunjukkan bahwa Yamaha sedang membangun ekosistem yang solid.
Namun, bayang-bayang bursa transfer tetap menjadi ancaman nyata.
Dengan kontrak yang mulai memasuki masa krusial, Yamaha sadar bahwa performa mesin V4 adalah satu-satunya cara untuk meyakinkan Quartararo tetap bertahan.
Musim lalu, pembalap Prancis itu menjadi tulang punggung tunggal dengan torehan 201 poin, jauh melampaui kontribusi pembalap Yamaha lainnya.
Data Performa Yamaha Musim Lalu, peringkat Klasemen Quartararo 9, kontribusi Poin Quartararo, 74.7% dari Total Tim.
Mesin V4 ini sebelumnya telah melalui serangkaian tes privat oleh Augusto Fernandez.
Kini, beban pembuktian beralih ke pundak Quartararo dan Rins dalam tes resmi di Sepang dua pekan mendatang.
Jika mesin baru ini gagal memberikan lonjakan performa instan, Yamaha berisiko kehilangan ujung tombak mereka di pasar pembalap yang kian memanas.

