Bangkit Usai Musim Terburuk, Bagnaia Pasang Target Balas Dendam di MotoGP 2026

Overview

  • Francesco “Pecco” Bagnaia memasuki MotoGP 2026 dengan tekad besar untuk bangkit setelah menjalani musim terburuk sepanjang kariernya di kelas utama.
  • Alih-alih memikirkan kontrak dan masa depan di Ducati, juara dunia tiga kali itu memilih fokus penuh pada performa di lintasan sebagai bentuk pembuktian diri.

SulawesiPos.com – Francesco Bagnaia memulai MotoGP 2026 dengan misi pribadi membalas kegagalan musim lalu.

Setelah kesulitan total bersama Ducati GP25, pembalap Italia itu menyebut tahun 2025 sebagai periode paling berat sepanjang kariernya di kelas utama.

Kini, Pecco datang dengan mentalitas baru.

Ia tak lagi ingin terbebani isu kontrak dan spekulasi masa depan, meskipun hampir seluruh pembalap papan atas akan habis masa kerjanya dalam waktu dekat.

“Saya hanya ingin fokus balapan demi balapan. Soal masa depan, kita bicarakan nanti,” tegas Bagnaia.

Sikap ini menunjukkan perubahan pendekatan.

Jika sebelumnya ia dikenal perfeksionis dan penuh perhitungan, kini Bagnaia memilih jalan sederhana membuktikan diri di lintasan lebih dulu.

BACA JUGA: 
Honda Luncurkan RC213V 2026, Sinyal Bangkit di MotoGP Musim Terakhir 1.000cc

Ducati telah memperkenalkan GP26, motor anyar yang menjadi tumpuan kebangkitan Bagnaia.

Ia bahkan menyebut motor ini sebagai yang paling indah sejak menjadi pembalap pabrikan Ducati, dengan desain spesial dua garis putih untuk perayaan 100 tahun Ducati.

Tes awal di Valencia memberi sinyal positif. Pecco mengaku kembali menemukan perasaan nyaman yang sempat hilang.

Overview

  • Francesco “Pecco” Bagnaia memasuki MotoGP 2026 dengan tekad besar untuk bangkit setelah menjalani musim terburuk sepanjang kariernya di kelas utama.
  • Alih-alih memikirkan kontrak dan masa depan di Ducati, juara dunia tiga kali itu memilih fokus penuh pada performa di lintasan sebagai bentuk pembuktian diri.

SulawesiPos.com – Francesco Bagnaia memulai MotoGP 2026 dengan misi pribadi membalas kegagalan musim lalu.

Setelah kesulitan total bersama Ducati GP25, pembalap Italia itu menyebut tahun 2025 sebagai periode paling berat sepanjang kariernya di kelas utama.

Kini, Pecco datang dengan mentalitas baru.

Ia tak lagi ingin terbebani isu kontrak dan spekulasi masa depan, meskipun hampir seluruh pembalap papan atas akan habis masa kerjanya dalam waktu dekat.

“Saya hanya ingin fokus balapan demi balapan. Soal masa depan, kita bicarakan nanti,” tegas Bagnaia.

Sikap ini menunjukkan perubahan pendekatan.

Jika sebelumnya ia dikenal perfeksionis dan penuh perhitungan, kini Bagnaia memilih jalan sederhana membuktikan diri di lintasan lebih dulu.

BACA JUGA: 
Cerita di Balik Piza Ajaib Raul Fernandez, Titik Balik Menuju Kemenangan Perdana MotoGP

Ducati telah memperkenalkan GP26, motor anyar yang menjadi tumpuan kebangkitan Bagnaia.

Ia bahkan menyebut motor ini sebagai yang paling indah sejak menjadi pembalap pabrikan Ducati, dengan desain spesial dua garis putih untuk perayaan 100 tahun Ducati.

Tes awal di Valencia memberi sinyal positif. Pecco mengaku kembali menemukan perasaan nyaman yang sempat hilang.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru