Ia sadar bahwa saat berada dalam performa terbaik, ia masih salah satu pembalap paling berbahaya di grid.
“Ketika saya kompetitif, saya bisa memimpin balapan. Kami hanya perlu menemukan kembali performa itu,” ucapnya.
Tak ada janji muluk. Bagnaia hanya ingin satu hal: tampil jauh lebih baik dari musim lalu.
Ia bahkan menyebut ingin kembali membuat hidup Marc Márquez “lebih sulit” di lintasan.
Pernyataan itu menjadi sinyal jelas: Bagnaia belum habis.
MotoGP 2026 akan menjadi musim pembuktian — apakah Pecco masih layak disebut raja Ducati, atau justru mulai tergeser oleh generasi baru.

