27.5 C
Makassar
19 January 2026, 17:15 PM WITA

Gokart Jules Bianchi Ditemukan, Keluarga Lega: Warisan Sang Pembalap Kembali ke Rumah

Philippe mengungkapkan masih ada beberapa gokart dan sepeda motor mini lain milik Jules yang hingga kini belum ditemukan.

Namun, kembalinya unit pertama ini memberi harapan besar.

“Kami masih memiliki beberapa kart dan sepeda motor mini yang harus ditemukan, tetapi berkat kalian semua, saya memiliki harapan yang baik. Selamanya Jules (Forever Jules).”

Jules Bianchi meninggal dunia pada 17 Juli 2015 setelah mengalami cedera fatal dalam kecelakaan di GP Jepang 2014. Insiden tersebut menjadi salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah modern Formula 1.

Namun, kepergiannya juga menjadi titik balik besar dalam keselamatan F1.

Sejumlah reformasi penting lahir sebagai dampak langsung dari kecelakaan tersebut, di antaranya adalah Virtual Safety Car (VSC) diperkenalkan pada 2015 untuk mengontrol kecepatan mobil secara ketat ketika kondisi lintasan berbahaya.

Halo Cockpit Protection, Sistem pelindung kokpit yang diwajibkan sejak 2018 dan telah menyelamatkan nyawa dalam berbagai insiden, termasuk kecelakaan Romain Grosjean di Bahrain 2020.

Revisi Protokol Keselamatan, Termasuk prosedur derek, keputusan balapan saat cuaca ekstrem, dan peran direktur balapan.

Baca Juga: 
Riccardo Adami Lepas Peran Insinyur Balap Lewis Hamilton, Fokus Kembangkan Pembalap Muda Ferrari

Perubahan-perubahan tersebut menggeser budaya manajemen risiko di Formula 1, menjadikan keselamatan pembalap sebagai prioritas utama.

Bagi keluarga Bianchi, kembalinya gokart ini bukan hanya soal menemukan barang yang hilang, tetapi menghidupkan kembali kenangan akan bakat besar Jules, yang meski kariernya terhenti terlalu cepat, jejaknya tetap abadi dalam sejarah Formula 1.

Philippe mengungkapkan masih ada beberapa gokart dan sepeda motor mini lain milik Jules yang hingga kini belum ditemukan.

Namun, kembalinya unit pertama ini memberi harapan besar.

“Kami masih memiliki beberapa kart dan sepeda motor mini yang harus ditemukan, tetapi berkat kalian semua, saya memiliki harapan yang baik. Selamanya Jules (Forever Jules).”

Jules Bianchi meninggal dunia pada 17 Juli 2015 setelah mengalami cedera fatal dalam kecelakaan di GP Jepang 2014. Insiden tersebut menjadi salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah modern Formula 1.

Namun, kepergiannya juga menjadi titik balik besar dalam keselamatan F1.

Sejumlah reformasi penting lahir sebagai dampak langsung dari kecelakaan tersebut, di antaranya adalah Virtual Safety Car (VSC) diperkenalkan pada 2015 untuk mengontrol kecepatan mobil secara ketat ketika kondisi lintasan berbahaya.

Halo Cockpit Protection, Sistem pelindung kokpit yang diwajibkan sejak 2018 dan telah menyelamatkan nyawa dalam berbagai insiden, termasuk kecelakaan Romain Grosjean di Bahrain 2020.

Revisi Protokol Keselamatan, Termasuk prosedur derek, keputusan balapan saat cuaca ekstrem, dan peran direktur balapan.

Baca Juga: 
Sorotan India Open 2026: Loh Kean Yew Kritik Kondisi Lapangan Tak Layak

Perubahan-perubahan tersebut menggeser budaya manajemen risiko di Formula 1, menjadikan keselamatan pembalap sebagai prioritas utama.

Bagi keluarga Bianchi, kembalinya gokart ini bukan hanya soal menemukan barang yang hilang, tetapi menghidupkan kembali kenangan akan bakat besar Jules, yang meski kariernya terhenti terlalu cepat, jejaknya tetap abadi dalam sejarah Formula 1.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/