Overview
SulawesiPos.com – Formula 1 (F1) dikenal sebagai ajang balap paling prestisius sekaligus paling mahal di dunia.
Tingginya biaya yang harus dikeluarkan sejak jenjang awal membuat mayoritas pembalap F1 berasal dari keluarga kaya atau memiliki latar belakang finansial yang kuat.
Seorang pembalap yang ingin menembus F1 harus memulai karier dari gokart sejak usia dini, lalu melanjutkan ke Formula 4, Formula 3, Formula 2, hingga akhirnya ke F1.
Setiap level membutuhkan biaya sangat besar, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan dolar per musim. Kondisi ini membuat dunia balap jet darat sulit diakses oleh talenta dari keluarga sederhana.
Sejumlah pembalap F1 aktif saat ini diketahui berasal dari keluarga berada.
Lance Stroll, misalnya, merupakan putra miliarder Lawrence Stroll yang juga pemilik tim Aston Martin F1.
Carlos Sainz berasal dari keluarga atlet elite dengan ayahnya sebagai legenda reli dunia.
Max Verstappen pun tumbuh dalam keluarga balap profesional, dengan ayahnya Jos Verstappen yang merupakan mantan pembalap F1.
Meski demikian, kekuatan finansial bukan satu-satunya faktor penentu kesuksesan di Formula 1.
Bakat, kerja keras, mental juara, serta konsistensi performa tetap menjadi syarat utama untuk bertahan di level tertinggi.
Lewis Hamilton kerap dijadikan contoh pembalap yang mampu menembus F1 meski tidak berasal dari keluarga superkaya.
Formula 1 dan FIA mulai berupaya mengurangi kesenjangan ini melalui program akademi pembalap, dukungan sponsor, serta inisiatif pengembangan talenta muda.
Meski citra sebagai olahraga orang kaya masih melekat, F1 perlahan berusaha membuka jalan agar lebih banyak pembalap berbakat dari berbagai latar belakang ekonomi bisa bersaing di masa depan.