Meski demikian, kekuatan finansial bukan satu-satunya faktor penentu kesuksesan di Formula 1.
Bakat, kerja keras, mental juara, serta konsistensi performa tetap menjadi syarat utama untuk bertahan di level tertinggi.
Lewis Hamilton kerap dijadikan contoh pembalap yang mampu menembus F1 meski tidak berasal dari keluarga superkaya.
Formula 1 dan FIA mulai berupaya mengurangi kesenjangan ini melalui program akademi pembalap, dukungan sponsor, serta inisiatif pengembangan talenta muda.
Meski citra sebagai olahraga orang kaya masih melekat, F1 perlahan berusaha membuka jalan agar lebih banyak pembalap berbakat dari berbagai latar belakang ekonomi bisa bersaing di masa depan.

