Meski begitu, Márquez menegaskan bahwa ia tidak akan memaksakan kehendak. Baginya, kebahagiaan anak adalah yang utama.
Jika anaknya benar-benar mencintai dunia balap, ia tetap akan memberikan dukungan, meski dengan rasa khawatir yang besar sebagai seorang ayah.
Pandangan Marc Márquez ini memperlihatkan sisi lain dari seorang juara dunia bukan hanya sebagai atlet kompetitif, tetapi juga sebagai pribadi yang matang dan reflektif.
Dari lintasan MotoGP yang penuh adrenalin, Márquez belajar bahwa keselamatan dan masa depan keluarga jauh lebih berharga daripada sekadar prestasi.

