27 C
Makassar
18 January 2026, 17:37 PM WITA

Marc Márquez Tak Mau Anaknya Jadi Pebalap, Lebih Pilih Sepak Bola

Overview

  • Marc Márquez mengaku tidak ingin anaknya mengikuti jejak sebagai pebalap motor karena risiko tinggi di dunia balap.
  • Juara dunia MotoGP itu lebih memilih anaknya menekuni sepak bola, olahraga yang dinilai lebih aman dan memiliki masa depan panjang.

SulawesiPos.com – Nama Marc Márquez identik dengan kecepatan, keberanian, dan risiko tinggi di lintasan MotoGP.

Namun di balik citra sebagai pebalap agresif dan juara dunia berulang kali, Márquez memiliki pandangan yang cukup mengejutkan soal masa depan anaknya kelak.

Ia mengaku tidak ingin anaknya mengikuti jejaknya sebagai pebalap motor.

Dalam beberapa kesempatan, Márquez menilai dunia balap motor adalah olahraga yang terlalu berisiko, baik secara fisik maupun mental.

Cedera parah yang pernah dialaminya menjadi pelajaran besar tentang mahalnya harga yang harus dibayar seorang pebalap profesional.

Karena itu, jika suatu hari memiliki anak, Márquez lebih memilih sang buah hati menekuni olahraga yang lebih aman, seperti sepak bola.

“Balap motor sangat indah, tapi juga sangat berbahaya. Saya sudah merasakan sendiri jatuh bangunnya,” ujar Márquez dalam sebuah wawancara.

Baca Juga: 
Atlet Skateboarding Indonesia Jadi Sorotan di SEA Games 2025, Basral Graito Hutomo Viral

Menurutnya, sepak bola menawarkan ruang berkembang yang luas, popularitas global, serta risiko cedera yang relatif lebih bisa dikendalikan dibandingkan balap motor.

Overview

  • Marc Márquez mengaku tidak ingin anaknya mengikuti jejak sebagai pebalap motor karena risiko tinggi di dunia balap.
  • Juara dunia MotoGP itu lebih memilih anaknya menekuni sepak bola, olahraga yang dinilai lebih aman dan memiliki masa depan panjang.

SulawesiPos.com – Nama Marc Márquez identik dengan kecepatan, keberanian, dan risiko tinggi di lintasan MotoGP.

Namun di balik citra sebagai pebalap agresif dan juara dunia berulang kali, Márquez memiliki pandangan yang cukup mengejutkan soal masa depan anaknya kelak.

Ia mengaku tidak ingin anaknya mengikuti jejaknya sebagai pebalap motor.

Dalam beberapa kesempatan, Márquez menilai dunia balap motor adalah olahraga yang terlalu berisiko, baik secara fisik maupun mental.

Cedera parah yang pernah dialaminya menjadi pelajaran besar tentang mahalnya harga yang harus dibayar seorang pebalap profesional.

Karena itu, jika suatu hari memiliki anak, Márquez lebih memilih sang buah hati menekuni olahraga yang lebih aman, seperti sepak bola.

“Balap motor sangat indah, tapi juga sangat berbahaya. Saya sudah merasakan sendiri jatuh bangunnya,” ujar Márquez dalam sebuah wawancara.

Baca Juga: 
Atlet Panjat Tebing Antasyafi Robby Al Hilmi Gunakan Bonus Rp1 Miliar SEA Games 2025 untuk Keluarga dan Masa Depan

Menurutnya, sepak bola menawarkan ruang berkembang yang luas, popularitas global, serta risiko cedera yang relatif lebih bisa dikendalikan dibandingkan balap motor.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/